
KASONGAN, KALTENGTERKINI.CO.ID- Bupati Katingan, Saiful, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mencegah stunting.
Menurutnya, stunting bukan sekadar soal tinggi badan anak yang tidak sesuai usia. Persoalan ini menyangkut kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan masa depan generasi penerus Katingan.
“Stunting harus kita cegah bersama dari hulu. Mulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak. Ini tanggung jawab kita semua, bukan hanya Dinas Kesehatan,” tegas Saiful, Rabu (4/11/2026).
Saiful menjelaskan, Pemkab Katingan terus memperkuat dua pendekatan sekaligus, yakni intervensi spesifik dan intervensi sensitif.
Intervensi spesifik dilakukan melalui pemenuhan gizi, pelayanan kesehatan ibu dan anak, hingga pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil.
Sementara intervensi sensitif menyasar penyediaan air bersih, sanitasi yang layak, dan edukasi keluarga. Kedua pendekatan ini harus berjalan beriringan agar pencegahan stunting lebih menyeluruh.
Ia juga meminta camat, kepala desa, kader Posyandu, hingga Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk turun langsung melakukan pendampingan di lapangan.
“Kader Posyandu adalah garda terdepan. Tolong data setiap anak, timbang, ukur, dan edukasi orang tuanya. Jangan sampai ada anak Katingan yang tumbuh tidak optimal hanya karena kekurangan gizi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Saiful menekankan pencegahan stunting tidak bisa dikerjakan satu dinas saja. Diperlukan keterlibatan lintas OPD, seperti Dinas Kesehatan, DP3APPKB, Dinas PUPR, Dinas Ketahanan Pangan, hingga Dinas Sosial.
“Kalau semua OPD bergerak bersama, saya yakin angka stunting di Katingan bisa terus kita tekan. Target kita jelas, generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” pungkasnya. (*/Red)

