
Kadisdik Kapuas Suwarno Muriyat, Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kapuas M. Poteran Sosilo, narasumber, dan peserta berfoto bersama usai pembukaan Bimtek. (Foto/Dani)
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.OD – Sebanyak 180 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten Kapuas mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Media Digital Pembelajaran PAI Berbasis Artificial Intelligence (AI) di Aula Kantor Kemenag Kapuas, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI selama dua hari itu menjadi upaya memperkuat kompetensi digital para guru di tengah perkembangan teknologi.
Bimtek dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Suwarno Muriyat. Ia menilai penguasaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, kini menjadi kebutuhan agar dunia pendidikan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Hari ini luar biasa. Saya melihat kolaborasi yang dibangun di bawah binaan Kementerian Agama Kabupaten Kapuas melalui Kelompok Kerja Pendidikan Agama Islam telah menghadirkan bimbingan teknis pemanfaatan Artificial Intelligence untuk membantu guru menyusun materi pembelajaran,” kata Suwarno kepada wartawan usai membuka kegiatan.
Ia mengapresiasi inisiatif KKG PAI yang menghadirkan pelatihan tersebut. Menurut dia, pemanfaatan AI merupakan bagian dari transformasi pembelajaran yang perlu terus didorong agar proses belajar mengajar menjadi lebih kreatif, menarik, dan mudah dipahami peserta didik.
Meski demikian, Suwarno menegaskan penggunaan AI bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Menurut dia, tujuan utama pemanfaatan teknologi adalah menciptakan pembelajaran yang lebih efektif tanpa menghilangkan substansi pendidikan agama.
“Yang paling utama adalah bagaimana materi yang diterima peserta didik dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan kehidupan beragama,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi guru sejalan dengan kebijakan Kementerian Agama yang terus mendorong pengembangan sumber daya pendidik melalui berbagai wadah, termasuk Kelompok Kerja Guru.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas Achmad Farichin melalui Kepala Subbagian Tata Usaha M. Poteran Sosilo menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan kemampuan digital tenaga pendidik.
Menurut Poteran, kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk membantu guru merancang media pembelajaran yang lebih interaktif, menyusun bahan ajar dengan lebih cepat, hingga menganalisis kebutuhan belajar peserta didik secara lebih personal.
Namun, ia mengingatkan bahwa AI tidak akan menggantikan peran guru. Teknologi hanya menjadi alat bantu, sedangkan pembentukan karakter, akhlak, kasih sayang, dan nilai-nilai spiritual tetap berada di tangan pendidik.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah masing-masing. Para guru juga diharapkan menjadi motor penggerak transformasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di lingkungan kerjanya. (*/dn)

