
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID – Tradisi dan persaudaraan bertemu dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan silaturahmi Tampung Tawar Wasi dan Bakuntau di Kabupaten Kapuas, Rabu malam, 2 September 2026.
Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno, S.P hadir dalam kegiatan tersebut didampingi Sekretaris Daerah Kapuas Dr. Usis I. Sangkai, S.Hut., M.Si., yang juga Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Kapuas.
Ketua KBPB atau LPK, Aulia Ibrahim, yang juga Ketua Umum Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kalimantan Tengah, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Kapuas. Ia berharap Tampung Tawar Wasi dapat terus digelar setiap tahun.
Menurut Aulia, kegiatan itu bukan sekadar pertemuan antarperguruan kuntau. Tampung Tawar Wasi menjadi ruang untuk merawat hubungan persaudaraan dan memperkuat silaturahmi di antara para pelaku seni bela diri tradisional di Kabupaten Kapuas.
Bagi Wiyatno, tradisi tersebut memiliki makna yang lebih panjang. Tampung Tawar Wasi dan Bakuntau merupakan bagian dari warisan budaya yang perlu dijaga agar tidak hilang di tengah perubahan zaman.
Ia mendorong agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengenal dan mempraktikkan nilai-nilai budaya yang diwariskan para pendahulu.
“Budaya harus tetap hidup. Generasi muda perlu mengenal, menjaga, dan melestarikannya,” ujar Wiyatno.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu mempererat persaudaraan antarperguruan kuntau sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama mempertahankan identitas budaya daerah.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, Tampung Tawar Wasi menjadi pengingat bahwa warisan budaya tidak cukup hanya disimpan.
Ia perlu diwariskan, dipraktikkan, dan dirawat bersama agar tetap memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat Kapuas. (dn)

