
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kapuas menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak musibah kebakaran dan bencana angin puting beliung di Kantor BPBD Kapuas, Rabu, 24 Juni 2026.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Dr. Usis I. Sangkai, S.Hut., M.Si. Kegiatan turut dihadiri Kalaksa BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, S.Hut., M.M., para lurah, pejabat BPBD, serta para warga terdampak.
Dr. Usis I. Sangkai mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang mengalami musibah.
Menurut dia, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban korban dalam memulihkan kondisi tempat tinggal.
Bantuan diberikan kepada delapan kepala keluarga yang tersebar di Kecamatan Kapuas Tengah, Pulau Petak, dan Selat.
Nilai bantuan tunai bervariasi mulai dari Rp5 juta , Rp10 juta, dan Rp30 juta per keluarga, disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang dialami.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyerahkan paket kebutuhan pokok kepada para korban.

“Bantuan ini bukan pengganti kerugian sepenuhnya, namun diharapkan dapat membantu meringankan beban bagi keluarga korban dalam kehidupan sehari-hari,” kata Usis.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, menegaskan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan hasil verifikasi dan pendataan langsung di lapangan agar tepat sasaran.
Dalam kesempatan itu, Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik di lingkungan rumah maupun lahan.
Pangeran juga mengingatkan warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik guna menghindari korsleting yang dapat memicu kebakaran.
Lebih lanjut, ia mengatakan Kabupaten Kapuas saat ini telah memasuki status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca pada Juli hingga Agustus berpotensi lebih kering sehingga risiko kebakaran meningkat.
BPBD, kata Pangeran, terus melakukan sosialisasi, patroli lapangan, serta memperkuat kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla.
“Upaya tersebut juga mencakup pembinaan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di sejumlah wilayah rawan kebakaran,” pungkasnya. (*/dn)

