
KUALA KAPUAS , KALTENGTERKINI.CO.ID- Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kapuas mulai memetakan potensi kawasan pesisir Desa Cemara Labat, Kecamatan Kapuas Kuala, untuk pengembangan program transmigrasi lokal.
Kawasan ini dinilai memiliki kombinasi sumber daya pertanian dan perikanan yang cukup menjanjikan sebagai sentra ekonomi baru di wilayah pesisir.
Pemetaan dilakukan melalui ekspedisi lapangan yang dipimpin tim Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kapuas baru-baru ini.
Tim meninjau langsung kondisi lahan sekaligus mengidentifikasi kesiapan wilayah untuk mendukung permukiman dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Di daratan, kawasan itu dinilai cocok untuk pengembangan pertanian hortikultura seperti sayuran dan semangka, termasuk persawahan padi.
Sementara di wilayah pesisir, aktivitas perikanan masyarakat dinilai cukup berkembang, mulai dari nelayan tangkap hingga budidaya tambak.
Plt Kepala Distransnaker Kabupaten Kapuas, Teguh Setio Utomo, menyebut ekspedisi dilakukan untuk memastikan ketersediaan lahan kosong yang dapat diusulkan sebagai kawasan transmigrasi lokal.
“Tujuan utama ekspedisi ini adalah meninjau langsung ketersediaan lahan kosong di Desa Cemara Labat. Jika tersedia lahan yang memadai dan layak, maka akan kami usulkan ke kementerian terkait sebagai lokasi penempatan transmigrasi lokal,” kata Teguh saat dikonfirmasi, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurut Teguh, lokasi yang diusulkan harus berada pada kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) dan memenuhi syarat teknis pengembangan kawasan permukiman.
Apabila lahan yang tersedia tidak memenuhi kriteria, pemerintah daerah akan mencari alternatif lokasi lain di wilayah Kapuas Kuala.
Lebih lanjut, ia mengatakan dari hasil peninjauan sementara, Distransnaker menilai wilayah Cemara Labat memiliki potensi cukup besar untuk pengembangan sektor perikanan darat dan laut, perkebunan, serta pertanian.
Karakteristik pesisir dinilai mendukung pengembangan budidaya perikanan sekaligus membuka peluang pembentukan kawasan ekonomi berbasis pangan.
“Selain memperkuat ketahanan pangan, program tersebut juga diharapkan membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Distransnaker akan menyusun kajian kelayakan atau feasibility study apabila ketersediaan lahan dinyatakan memenuhi syarat.
Kajian itu akan dilengkapi dengan pemetaan teknis sebelum dibahas melalui rapat koordinasi lintas sektoral bersama pemerintah provinsi dan kementerian terkait.
Harapan terbesar, ini nanti mampu membuka luas lapangan pekerjaan, meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat melalui transmigrasi, serta mewujudkan Kabupaten Kapuas “BERSINAR” yang berdaya saing, indah , aman dan religius. (*/dn)

