
KASONGAN, KALTENGTERKINI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Katingan terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang akan digelar pada 20-28 November 2026 di Kasongan.
Pada Kamis (5/11/2026), Wakil Bupati Katingan Firdaus memimpin langsung rapat panitia pelaksana MTQH XXXIV. Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Katingan tersebut dihadiri Sekda Katingan Christian Rain, Asisten I dan III, sejumlah OPD, serta panitia pelaksana.
Agenda rapat membahas pemantapan liaison officer (LO), sinkronisasi antar bidang kepanitiaan, serta berbagai hal lain yang dianggap perlu untuk menyukseskan penyelenggaraan.
Dalam kesempatan itu, Wabup Firdaus mengingatkan seluruh bidang untuk memaksimalkan persiapan, di antaranya bidang acara, penerima tamu dan protokol, sekretariat, musabaqah dan perhakiman, serta perlengkapan.
Ia meminta seluruh bidang segera bekerja secara terkoordinasi dan tidak menunggu hingga mendekati hari pelaksanaan untuk menyelesaikan persiapan teknis.
“Bekerjalah sesuai dengan bidangnya masing-masing. Nanti dirapatkan lagi di bidang masing-masing bagaimana pelaksanaannya di lapangan. Sambil direkayasa dari sekarang apa yang harus kita lakukan nanti pada saat kegiatan,” tegas Firdaus.
Menurutnya, MTQH XXXIV yang digelar di Kasongan merupakan agenda tingkat provinsi, sehingga penyelenggaraannya harus dipersiapkan secara maksimal dan profesional.
Ia meminta panitia memperhatikan berbagai kebutuhan, mulai dari sarana dan prasarana, tata suara, konsumsi, akomodasi, kesehatan, transportasi, hingga pelayanan bagi peserta dan tamu undangan.
“Acara atau kegiatan ini levelnya bukan level kabupaten, tetapi level provinsi. Bagaimana kita menyelenggarakan kegiatan ini selayaknya kegiatan tingkat provinsi. Jangan sampai persoalan-persoalan teknis kecil justru mengganggu jalannya kegiatan,” ujarnya.
Firdaus secara khusus meminta bidang perlengkapan memastikan seluruh perangkat pendukung dapat berfungsi dengan baik. Sistem tata suara dan peralatan lainnya juga diminta diuji sebelum kegiatan berlangsung untuk mengantisipasi gangguan teknis.
Selain kesiapan teknis, kualitas pelayanan terhadap dewan hakim dan tamu dari berbagai daerah di Kalteng turut menjadi perhatian. Panitia diminta memastikan kebutuhan konsumsi disiapkan secara layak dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan serta variasi menu.
“Tidak harus mewah, tetapi harus diperhatikan dengan baik. Yang kita utamakan adalah pelayanan yang layak dan kenyamanan bagi seluruh tamu, peserta, maupun dewan hakim,” katanya.
Kesiapan bidang kesehatan juga diminta kembali dicermati, termasuk kebutuhan tenaga medis, obat-obatan, ambulans, serta dukungan penanganan keadaan darurat selama kegiatan.
Firdaus meminta setiap bidang mengecek kembali rencana kerja dan kebutuhan anggaran agar tidak terjadi kekurangan pada saat pelaksanaan. Meski terdapat keterbatasan anggaran, seluruh panitia diminta tetap memaksimalkan sumber daya yang tersedia.
“Dengan kemampuan yang kita miliki, kita harus bisa maksimal, baik dalam hal melayani maupun melaksanakan kegiatan. Yang paling penting adalah kekompakan dan koordinasi seluruh panitia,” ucapnya.
Ia menegaskan keberhasilan MTQH XXXIV tidak hanya diukur dari terselenggaranya rangkaian perlombaan, tetapi juga dari kemampuan Katingan memberikan pelayanan terbaik sebagai tuan rumah.
“Ini menyangkut marwah kita sebagai tuan rumah dan sebagai penyelenggara. Karena itu, semua bidang harus sukses dan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Jangan sampai terjadi miskomunikasi dalam kepanitiaan,” tegasnya. (*/Red)

