
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada triwulan III tahun 2026 sebesar 2,05 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y). Sementara secara triwulanan atau quarter-to-quarter (q-to-q), ekonomi daerah ini tumbuh sebesar 0,14 persen. Adapun secara kumulatif sejak triwulan I hingga triwulan III 2026 atau cumulative-to-cumulative (c-to-c), pertumbuhan ekonomi mencapai 3,11 persen.
Data tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, dalam rilis rutin bulanan BPS yang dilaksanakan pada Kamis (5/11/2026).
Toto menyampaikan, perekonomian Kalimantan Tengah berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2026 mencapai Rp66.046,87 miliar atau sekitar Rp66,05 triliun. Sementara berdasarkan harga konstan 2010, PDRB tercatat sebesar Rp31.561,50 miliar.
Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi secara tahunan terutama didorong oleh Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas yang tumbuh paling tinggi sebesar 12,74 persen. Selanjutnya, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh 9,53 persen, serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 7,98 persen.
Namun, sejumlah lapangan usaha mengalami kontraksi. Penurunan terdalam terjadi pada Pertambangan dan Penggalian sebesar 8,67 persen, disusul Transportasi dan Pergudangan sebesar 2,89 persen, Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 2,62 persen, serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 0,68 persen.
Dari sisi sumber pertumbuhan ekonomi secara tahunan, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan memberikan andil terbesar sebesar 1,45 persen. Kemudian diikuti Industri Pengolahan sebesar 0,73 persen serta Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 0,53 persen.
Struktur perekonomian Kalimantan Tengah berdasarkan lapangan usaha masih didominasi Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dengan kontribusi sebesar 23,96 persen. Berikutnya Industri Pengolahan sebesar 17,34 persen serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 11,79 persen. Ketiga sektor tersebut secara keseluruhan memberikan kontribusi sebesar 53,09 persen terhadap perekonomian Kalimantan Tengah.
PERTUMBUHAN EKONOMI SECARA TRIWULANAN
Jika dibandingkan dengan triwulan II-2026, ekonomi Kalimantan Tengah pada triwulan III-2026 tumbuh sebesar 0,14 persen.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Konstruksi sebesar 13,58 persen. Selanjutnya, Pengadaan Listrik dan Gas tumbuh 6,87 persen serta Informasi dan Komunikasi sebesar 6,79 persen.
Sebaliknya, sejumlah lapangan usaha mengalami kontraksi, antara lain Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 9,02 persen, Pertambangan dan Penggalian sebesar 5,33 persen, Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 5,21 persen, Jasa Pendidikan sebesar 4,17 persen, Jasa Lainnya sebesar 3,11 persen, Pengadaan Air sebesar 2,66 persen, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 1,83 persen, serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 0,18 persen.
Dari sisi penciptaan pertumbuhan ekonomi secara triwulanan, Lapangan Usaha Konstruksi menjadi penyumbang tertinggi sebesar 1,04 persen. Kemudian diikuti Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 0,49 persen serta Industri Pengolahan sebesar 0,19 persen.
Sementara secara kumulatif hingga triwulan III-2026, ekonomi Kalimantan Tengah tumbuh sebesar 3,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hampir seluruh lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif, kecuali Pertambangan dan Penggalian yang mengalami kontraksi sebesar 1,06 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 11,53 persen.
Adapun sumber pertumbuhan ekonomi secara kumulatif terutama berasal dari Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 0,80 persen, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 0,62 persen, serta Industri Pengolahan sebesar 0,42 persen.
KONSUMSI RUMAH TANGGA JADI PENDORONG PENGELUARAN
Berdasarkan komponen pengeluaran, ekonomi Kalimantan Tengah secara tahunan tumbuh 2,05 persen pada triwulan III-2026. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 3,02 persen.
Selanjutnya, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) tumbuh 2,56 persen dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 1,52 persen.
Di sisi lain, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami kontraksi sebesar 6,01 persen, sedangkan Ekspor Barang dan Jasa terkontraksi sebesar 4,38 persen.
Dari sisi sumber pertumbuhan ekonomi, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga memberikan andil terbesar sebesar 1,09 persen. Kemudian diikuti PMTB sebesar 0,56 persen serta PK-LNPRT sebesar 0,04 persen.
Struktur PDRB menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2026 didominasi Ekspor Barang dan Jasa sebesar 54,29 persen. Selanjutnya, PMTB sebesar 37,01 persen, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 35,60 persen, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 10,35 persen, serta Pengeluaran Konsumsi LNPRT sebesar 1,49 persen. Sementara Impor Barang dan Jasa sebagai komponen pengurang PDRB memiliki peran sebesar 38,93 persen.
Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, hanya komponen PMTB yang mencatatkan pertumbuhan positif, yakni sebesar 4,03 persen.
Sementara komponen lainnya mengalami kontraksi, meliputi Ekspor Barang dan Jasa sebesar 5,49 persen, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 2,89 persen, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 1,69 persen, serta Pengeluaran Konsumsi LNPRT sebesar 0,82 persen. Impor Barang dan Jasa sebagai komponen pengurang PDRB juga mengalami kontraksi sebesar 6,86 persen.
Dalam penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi secara triwulanan, PMTB menjadi komponen dengan sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,43 persen. Selanjutnya, PK-LNPRT memberikan sumber pertumbuhan sebesar minus 0,01 persen dan PK-P sebesar 0,35 persen.
Secara kumulatif hingga triwulan III-2026, pertumbuhan terjadi pada seluruh komponen pengeluaran, kecuali Ekspor Barang dan Jasa yang terkontraksi sebesar 0,47 persen.
Pertumbuhan tertinggi dicapai Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 3,52 persen, diikuti PMTB sebesar 2,48 persen dan Pengeluaran Konsumsi LNPRT sebesar 2,29 persen. Sementara Impor Barang dan Jasa mengalami kontraksi sebesar 2,31 persen.
Adapun sumber pertumbuhan ekonomi secara kumulatif berdasarkan pengeluaran didominasi Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 1,30 persen, diikuti PMTB sebesar 0,89 persen serta Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 0,09 persen.
KALTENG BERADA DI POSISI KEEMPAT DI KALIMANTAN
Secara umum, perekonomian wilayah Kalimantan pada triwulan III-2026 menunjukkan pertumbuhan positif, baik secara triwulanan, tahunan maupun kumulatif.
Secara keseluruhan, ekonomi wilayah Kalimantan tumbuh sebesar 1,31 persen secara q-to-q, 3,96 persen secara y-on-y, dan 4,05 persen secara c-to-c.
Berdasarkan perbandingan antarprovinsi, Kalimantan Utara mencatat pertumbuhan tertinggi secara q-to-q sebesar 3,51 persen. Sementara secara y-on-y, Kalimantan Utara juga menjadi provinsi dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 6,34 persen.
Adapun secara c-to-c, Kalimantan Barat mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi sebesar 5,66 persen. Sementara Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah di wilayah Kalimantan, yakni sebesar 3,11 persen.
Dari sisi kontribusi, wilayah Kalimantan memberikan sumbangan sebesar 8,25 persen terhadap perekonomian nasional yang mencakup 38 provinsi.
Struktur perekonomian wilayah Kalimantan pada triwulan III-2026 masih didominasi Kalimantan Timur dengan kontribusi sebesar 46,90 persen. Berikutnya Kalimantan Barat sebesar 16,76 persen, Kalimantan Selatan sebesar 16,10 persen, Kalimantan Tengah sebesar 12,05 persen, serta Kalimantan Utara sebesar 8,20 persen.
Dengan demikian, berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada triwulan III-2026 tercatat sebesar 2,05 persen secara tahunan, dengan pertumbuhan kumulatif 3,11 persen. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan masih menjadi sektor dengan kontribusi terbesar dalam struktur perekonomian daerah, sementara konsumsi rumah tangga menjadi komponen pengeluaran dengan pertumbuhan dan sumber pertumbuhan tertinggi secara tahunan.
(aryan)

