
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kapuas mulai mengintegrasikan pengembangan talenta aparatur sipil negara dengan kebutuhan penanggulangan bencana.
Langkah itu ditandai dengan peluncuran Akses Mitra Talenta dan Pelatihan Manajemen Dasar Kebencanaan bagi ASN di Aula Tingang Menteng Kantor Bupati Kapuas, Jumat, 18 September 2026.
Kegiatan yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kapuas itu diikuti 156 ASN.
Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi aparatur sekaligus memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi berbagai ancaman bencana.
Kepala BKPSDM Kabupaten Kapuas, Hj. Mahrita, mengatakan Akses Mitra Talenta dikembangkan sebagai bagian dari strategi penguatan manajemen talenta ASN.
Sistem itu diharapkan mendukung pemetaan, pengembangan, dan pemanfaatan kompetensi aparatur sesuai kebutuhan organisasi dan tantangan pembangunan daerah.
Menurut Mahrita, peluncuran tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas membangun manajemen talenta ASN yang terintegrasi dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh perangkat daerah.
Bupati Kapuas H. M. Wiyatno mengatakan kesiapsiagaan menghadapi bencana harus menjadi bagian dari kapasitas aparatur pemerintah.
Ancaman tersebut, kata dia, semakin nyata, mulai dari krisis air bersih akibat musim kemarau hingga meningkatnya kebakaran hutan dan lahan.
“Banjir, kebakaran lahan dan hutan, hingga bencana alam lainnya, kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana bukan lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah keharusan yang harus terus kita perkuat bersama,” kata Wiyatno.
Wiyatno menyebut penguatan kapasitas ASN dilakukan berdasarkan Surat Bupati Kapuas Nomor 409/BKPSDM Tahun 2026 tertanggal 8 September 2026 tentang Penguatan Kapasitas ASN dalam Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana sebagai Instrumen Pengembangan Kompetensi, Karier, dan Manajemen Talenta ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas.
“Program ini merupakan wujud nyata dari optimalisasi sumber daya manusia yang telah kita miliki, melalui peningkatan kompetensi, pengembangan kapasitas, dan penugasan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Bagi Wiyatno, pemanfaatan ASN yang telah dimiliki pemerintah daerah juga dapat menjadi bagian dari efisiensi sekaligus memberi nilai tambah bagi pengembangan karier dan kapasitas aparatur.
Ia meminta peserta tidak mengikuti pelatihan sekadar untuk memperoleh sertifikasi. Pengetahuan dan keterampilan yang didapat harus dapat diterapkan ketika bencana terjadi, termasuk dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
“ASN diharapkan mampu berkontribusi dalam pencegahan maupun pemadaman kebakaran serta membantu mencegah meluasnya titik api di lapangan,” katanya. (dn)

