
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Katingan mempelajari mekanisme pemberian bantuan kepada korban kebakaran permukiman yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Kapuas.
Studi tiru berlangsung di Ruang Rapat Bupati Kapuas, Kamis, 17 September 2026.
Rombongan Pemkab Katingan dipimpin Sekretaris Daerah Christian Rain dan diterima Sekda Kapuas Usis I. Sangkai bersama sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Kapuas memaparkan mekanisme bantuan uang bagi warga yang rumahnya rusak akibat kebakaran. Besaran bantuan ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan dan hasil identifikasi lapangan.
Usis mengatakan pemerintah daerah harus hadir ketika warga menghadapi bencana. Untuk rumah dengan tingkat kerusakan lebih dari 75 persen, bantuan yang diberikan sekitar Rp30 juta per unit.
“Kalau tingkat kebakarannya hampir di atas 75 persen, akan dibantu sekitar Rp30 juta per rumah,” kata Usis.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kapuas Pangeran S. Pandiangan mengatakan pemberian bantuan memiliki dasar hukum, antara lain Peraturan Bupati Kapuas Nomor 43 Tahun 2022 serta Keputusan Bupati Kapuas Nomor 496/BKAD Tahun 2024 tentang besaran bantuan perbaikan atau pembangunan kembali rumah dan santunan korban bencana.
Mekanisme diawali laporan dari kepala desa, lurah atau camat. Tim kemudian melakukan identifikasi dan menilai tingkat kerusakan. Hasil penilaian dituangkan dalam berita acara dan Rencana Kebutuhan Belanja sebelum diproses Badan Keuangan dan Aset Daerah untuk penyaluran bantuan.
Selain bantuan korban kebakaran, Pemkab Katingan mempelajari penerapan manajemen talenta aparatur sipil negara di Kapuas.
Usis menjelaskan manajemen talenta digunakan untuk memetakan kompetensi dan potensi ASN sebagai bagian dari pengembangan karier dan kebutuhan organisasi.
ASN yang masuk kelompok talenta tetap melalui pengujian kompetensi sebelum dipertimbangkan mengisi jabatan tertentu.
“Kalau sudah masuk di kelompok talenta yang sesuai, tinggal kita ambil beberapa orang yang memang sudah ada di situ, kemudian kita uji kembali kompetensinya,” ujarnya.
Kunjungan tersebut menjadi ajang pertukaran pengalaman kedua daerah dalam penanganan bencana dan pengelolaan aparatur. (dn)

