
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID – Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno meminta 134 lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuala Kapuas tidak menjadikan gelar sarjana sebagai akhir perjalanan pendidikan. Gelar itu, kata dia, harus menjadi bekal untuk mengabdi kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wiyatno saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Strata 1 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Angkatan XXVIII Tahun Akademik 2025/2026 di Aula Tingang Menteng, Kuala Kapuas, Kamis, 17 September 2026.
“Ijazah dan gelar akademik bukanlah tujuan akhir pendidikan. Gelar sarjana harus menjadi simbol tanggung jawab karena saudara telah mendapatkan pendidikan tinggi,” katanya.
Ia secara khusus menyoroti peran lulusan PAI sebagai calon pendidik. Menurut dia, guru agama tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, moral, dan kepribadian peserta didik.
Tantangan itu semakin besar di tengah perkembangan teknologi informasi, media sosial, kecerdasan buatan, dan perubahan sosial yang berlangsung cepat. Kemudahan memperoleh informasi, kata Wiyatno, harus diimbangi kemampuan menyaring dan memahami informasi secara benar.
“Dunia pendidikan membutuhkan guru yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual, matang secara emosional dan memiliki keteladanan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Wiyatno berharap lulusan STAI Kuala Kapuas mampu menjadi guru yang mendidik dengan ilmu, membimbing dengan keteladanan, dan mengabdi dengan keikhlasan.
“Jadilah guru yang tidak hanya mengajarkan apa yang harus diketahui, tetapi juga memberikan contoh tentang apa yang harus dilakukan,” tegasnya.
Ketua STAI Kuala Kapuas H. Ushansyah mengatakan wisuda bukan sekadar seremoni akademik. Menurut dia, momentum tersebut menandai berakhirnya satu tahap pendidikan sekaligus awal perjalanan pengabdian para lulusan.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kapuas terhadap STAI Kuala Kapuas. Para lulusan juga diminta terus meningkatkan kompetensi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Wiyatno mengatakan pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu fondasi pembangunan daerah. Kemajuan infrastruktur dan ekonomi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas manusia serta penguatan nilai agama dan budaya.
Ia juga meminta para lulusan terus belajar, menjaga integritas, menjadikan agama dan akhlak sebagai fondasi, memanfaatkan teknologi untuk berkembang, serta tidak takut memulai dari bawah.
“Semoga ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat, menjadi bekal dalam menjalani kehidupan dan memberikan kontribusi bagi masyarakat, Kabupaten Kapuas, bangsa dan negara,” ujar Wiyatno. (dn)

