
PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) di Kalimantan Tengah pada Agustus 2026 mencapai 4,96 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,06.
Data tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, dalam rilis berita statistik yang digelar di Kantor BPS Kalteng, Palangka Raya, Selasa (1/9/2026).
Berdasarkan wilayah pengukuran, Kabupaten Kapuas mencatat inflasi y-on-y tertinggi sebesar 6,20 persen, dengan IHK 114,56. Sementara inflasi terendah terjadi di Sampit sebesar 4,06 persen dengan IHK 111,86.
Toto menjelaskan, inflasi tahunan Kalteng terjadi karena adanya kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran yang menjadi komponen penghitungan IHK.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang kenaikan harga tertinggi secara tahunan, yakni sebesar 9,66 persen. Disusul kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,10 persen serta kelompok transportasi sebesar 6,73 persen.
Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,94 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,34 persen, serta perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,31 persen.
Kelompok pendidikan tercatat naik 2,23 persen, pakaian dan alas kaki 2,03 persen, kesehatan 1,76 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 1,53 persen, serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,41 persen.
BPS juga mencatat sejumlah komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi tahunan Agustus 2026. Di antaranya beras, emas perhiasan, bensin, daging ayam ras, ikan nila, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, ikan patin, ikan gabus dan cabai rawit.
Sementara itu, beberapa komoditas tercatat memberikan andil deflasi, seperti bawang merah, tomat, telur ayam ras, bawang putih, buah naga, sabun detergen bubuk, udang basah dan kelapa.
Untuk perkembangan harga secara bulanan, inflasi month-to-month (m-to-m) Kalimantan Tengah pada Agustus 2026 tercatat sebesar 0,17 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender atau year-to-date (y-to-d) hingga Agustus 2026 mencapai 2,80 persen.
Angka tersebut menunjukkan tekanan harga di Kalteng masih cukup kuat sepanjang tahun berjalan. Kenaikan terutama terlihat pada kelompok kebutuhan masyarakat dan sejumlah komoditas strategis yang berpengaruh terhadap daya beli.
Dengan inflasi tertinggi terjadi di Kapuas sebesar 6,20 persen, perkembangan harga di daerah tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Kalimantan Tengah.

