
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Tamban Catur mulai mempersiapkan sejumlah aspek teknis menjelang pelaksanaan program cetak sawah dan pengembangan irigasi di wilayahnya.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah akses alat berat menuju lokasi cetak sawah agar tidak merusak jalan maupun lahan milik warga.
Pelaksana Tugas Camat Tamban Catur, Muntoha, mengatakan pelaksanaan program nantinya melibatkan kelompok tani maupun secara individu.
“Tim pelaksana di tingkat kecamatan terdiri atas camat, pemerintah desa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan mantri tani,” kata Muntoha kepada wartawan, Kamis, 21 Mei 2026.
Lebih lanjut, menurut dia, dalam pelaksanaan nanti tentu banyak hal yang harus dipersiapkan, seperti alat berat menuju titik lokasi yang melewati jalan masyarakat.
Pengalaman sebelumnya menunjukkan penggunaan alat berat kerap menimbulkan persoalan di lapangan, terutama ketika melintasi jalan itu bisa rusak atau amblas, itu yang harus dipikirkan bersama.
“Jangan sampai program yang bagus justru ada masyarakat yang dirugikan. Karena itu akses alat berat harus dipikirkan bersama agar semuanya benar-benar mendapat manfaat,” ungkap Muntoha.
Saat ini pemerintah kecamatan bersama pihak pertanian dan pekerjaan umum masih membahas jalur akses menuju lokasi cetak sawah. Persoalan tersebut dinilai penting karena beberapa lahan produktif sebelumnya sempat mengalami kerusakan akibat dilalui alat berat.
Program cetak sawah di Kecamatan Tamban Catur menyasar tiga desa, yakni Desa Tamban Jaya, Desa Tamban Baru Tengah, dan Desa Tamban Baru Timur.
“Kami sudah menyampaikan informasi kepada kepala desa terkait program cetak sawah dan irigasi sambil menunggu tindak lanjut dari pemerintah daerah melalui leading sector PU dan Dinas Pertanian,” ujar Muntoha.
Ia mengatakan masyarakat pada dasarnya menyambut baik program tersebut karena dinilai mampu meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mendongkrak perekonomian warga.
Namun, ia berharap program tidak berhenti pada pembukaan lahan semata, melainkan disertai pemeliharaan dan dukungan berkelanjutan hingga masa panen.
Menurut Muntoha, Kecamatan Tamban Catur selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan di Kabupaten Kapuas dengan capaian panen hingga tiga kali dalam setahun. (*/dn)

