Tingkatkan Peran Aktif Ayah Secara Fungsional, RSJ Kalawa Atei Gelar Podcast Kolaborasi bersama Kalteng Cerdas

Mengenal Fenomena Fatherless & Cara Menghadapinya. (Foto/mmckalteng/red)

PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Sosok Ayah dalam keluarga mempunyai peranan yang sangat besar serta tanggung jawab yang besar pula, selain Kepala rumah tangga, ia adalah pengayom, pelindung dan tulang punggung keluarga, kendati demikian ia juga bisa diharapkan sebagai tempat berbagi cerita terhadap pasangannya dan anak-anaknya, baik saat suka dan duka, membantu peran istri untuk bisa mendampingi mendidik, merawat dan mengasuh anak-anak,sampai mereka secara fisik dan mental siap mandiri sesuai usia tumbuh kembang anak termasuk usia remaja,pemuda dan dewasa.

Sayap pengasuhan itu mestinya lengkap. Sayap peran ibu dan sayap peran ayah. Namun acapkali sayap peran ayah alpa. Minimnya peran ayah menyebabkan anak memiliki harga diri yang rendah (Harriot Lerner, 2011). Absennya ayah juga menyebabkan anak tidak terlatih mengontrol dirinya dan tidak terbiasa mengambil resiko (William Kurk, 2011).

Hari Ulang Tahun (HUT) Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei yang ke-8 jatuh pada tanggal 17 November 2022 kemarin, selain mengadakan perayaan secara sederhana di Halaman RSJ Kalawa Atei, rangkaian acara perayaan berlanjut dengan mengadakan podcast kolaborasi bersama Kalteng Cerdas. Kegiatan ini disiarkan langsung dari akun instagram @rsj.kalawaatei dan @kaltengcerdas, Sabtu (17/11/2022).

 

Podcast kali ini mengangkat tema “Mengenal Fenomena Fatherless & Cara Menghadapinya”. Adapun Narasumber dalam acara ini Fadlian Noor, Rizqi Tajuddin dan Putri Pariwisata Palangka Raya 2022, Rabeka Putri serta dipandu oleh Togarma Elprado Pakpahan. Acara ini berlangsung dari pukul 19.00 – 20.30 WIB.

Salah satu narasumber Rizqi mengatakan, Fenomena Fatherless ini adalah keadaan dimana peran ayah “tak hadir” dalam kehidupan anak dalam pengasuhan dan pendidikan. Peran ayah sangat penting dalam pengasuhan anak.

Rizqi menambahkan, saat ini banyak anak laki-laki yang kurang bisa mengambil keputusan seperti di rumah misalnya, anak kehilangan sosok ayah yang bekerja dan tidak terlibat pengasuhan karena diserahkan sepenuhnya kepada ibu. Sekolah pun, peran guru didominasi oleh perempuan. Apabila hanya salah satu sayap pengasuhan tidak tumbuh, maka akan berpengaruh pada pertumbuhan biologis dan psikologi yang tidak seimbang.

Sementara itu, menurut dr. Fadlian keterlibatan ayah harusnya lebih awal, sejak istri mengandung sudah ikut terlibat dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Sebab, masa kehamilan itu sangat berpengaruh pada kehidupan selanjutnya. Peran ayah alamiah, bukanlah suatu yang rumit. Cobalah untuk mengubah cara pandang. Seperti yang disampaikan sebelumnya, bahwa pengasuhan dianalogikan sebagai dua buah sayap.

Dimana sayap tersebut lanjutnya, tidak bisa hanya berkepak salah satunya, namun harus berkepak keduanya. Artinya, dalam pengasuhan peran ayak dan ibu hendaknya saling melengkapi. Ayah tidak berperan mencari nafkah, namun juga melakukan hal-hal kecil seperti mengajak anak bermain, membantunya dalam mengerjakan pekerjaan rumah (PR) atau menanyakan bagaimana perasaan anak saat di sekolah.

“Peran ayah yang diharapkan hadir adalah peran ayah yang fungsional. Bukan disfungsional seperti melakukan kekerasan fisik dan verbal yang sangat tidak baik bagi perkembangan anak dalam siklus kehidupannya. Tidak ada kata terlambat untuk mulai lebih aktif dalam pengasuhan anak. Sehingga peran ayah harus aktif, tanpa harus meninggalkan peran ibu. Sehingga dapat pula meningkatkan rasa aman pada anak,” pungkasnya.

Sebagai penutup, disampaikan kesimpulan dari podcast kali ini. Janganlah merasa terbebani, tapi gunakan ilmu yang ada untuk membangun generasi yang lebih baik. Tentunya ingin anak dengan situasi kondisi yang lebih baik. Anak tidak jadi generasi yang manja, tidak bisa menyelesaikan masalah, bahkan menjadi tidak mandiri. Jika merasa terbeban, ambil satu langkah menjadi ayah yang baik.

EDITOR:


SUMBER:Dinas Kominfosantik Provinsi Kalteng