
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kapuas memaparkan kinerja percepatan penurunan stunting dalam Rapat Penilaian Kinerja Stunting kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah 2026 yang digelar hybrid di Aula Bapperida Kapuas, Senin, 27 April 2026.
Bupati Kapuas HM Wiyatno menyebut upaya penanganan stunting dijalankan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor. Ia menegaskan, stunting menjadi prioritas pembangunan daerah.
Komitmen itu ditopang regulasi, mulai dari peraturan bupati, pedoman penggunaan dana desa, penetapan lokus prioritas, hingga pembentukan tim percepatan penurunan stunting. Pemerintah daerah juga mendorong perbaikan sanitasi, termasuk penghapusan praktik jamban di bantaran sungai.
Menurut Wiyatno, percepatan dilakukan melalui siklus konvergensi: perencanaan berbasis data, intervensi terintegrasi, pemantauan berkala, serta dukungan kebijakan. Seluruh perangkat daerah hingga desa didorong bergerak serentak.
Ia menyebut capaian intervensi terus meningkat, termasuk realisasi anggaran 2025 dan indikator layanan pada kelompok sasaran. “Penanganan stunting butuh gotong royong semua pihak,” ujar Wiyatno dalam paparannya melalui Zoom Meeting.
Kontribusi dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) turut memperluas jangkauan intervensi, seperti penyediaan air bersih, rumah sehat, hingga bantuan gizi.
Pemkab juga menghadirkan sejumlah inovasi layanan, di antaranya akta kelahiran gratis, sambungan air minum layak, serta pendampingan keluarga berisiko stunting.
Wiyatno menegaskan, percepatan penurunan stunting merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi unggul. Pemerintah optimistis prevalensi stunting di Kapuas akan terus menurun. (*/dn)

