
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID – Bahasa daerah tak cukup hanya dikenang sebagai warisan leluhur. Bahasa itu perlu digunakan, dituturkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Semangat inilah yang dibawa Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang SMP tingkat Kabupaten Kapuas Tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas di aula dinas setempat, Selasa, 27 Oktober 2026.
Festival tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengenal kembali bahasa daerah sekaligus menunjukkan kemampuan mereka melalui beragam seni tutur dan sastra tradisional.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Dr. H. Suwarno Muriyat, S.Ag., M.Pd., melalui Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Franz Yulian, SE, mengatakan FTBI merupakan salah satu upaya untuk merevitalisasi bahasa daerah, terutama di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pelestarian bahasa ibu membutuhkan keterlibatan anak-anak sejak usia sekolah. Mereka tidak hanya perlu memahami bahasa daerah, tetapi juga memiliki kebanggaan untuk menggunakannya secara santun dan kreatif dalam kehidupan sehari-hari.
“Festival ini menjadi wadah apresiasi dan pelestarian bahasa daerah, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa ibu,” demikian tujuan kegiatan yang disampaikan Franz kepada wartawan disela kegiatan.
Lebih lanjut, ia mengatakan FTBI Kapuas 2026 menghadirkan sejumlah cabang lomba yang memadukan keterampilan berbahasa dengan kekayaan tradisi lokal.
Cabang yang dipertandingkan meliputi kerungut, pidato dalam bahasa daerah, mendongeng, menulis cerita, syair atau puisi tradisional, serta melawak tunggal dengan materi lokal.
“Melalui cabang-cabang tersebut, pelajar mendapat kesempatan untuk mengekspresikan diri menggunakan bahasa daerah dalam berbagai bentuk,” tambahnya.
Peserta festival merupakan pelajar terpilih yang mewakili satuan pendidikan jenjang SMP se-Kabupaten Kapuas.
Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, kegiatan ini juga diarahkan untuk menjaring talenta muda berprestasi yang berpeluang mewakili Kabupaten Kapuas pada tingkat provinsi maupun nasional.
Dinas Pendidikan Kapuas juga menyampaikan apresiasi kepada dewan juri yang melakukan penilaian, panitia yang mempersiapkan kegiatan, serta guru pendamping dan orang tua yang membimbing peserta.
“Melalui FTBI, sekolah diharapkan menjadi salah satu ruang penting agar warisan tersebut tidak berhenti pada generasi sekarang, tetapi terus tumbuh bersama generasi berikutnya,” tutupnya. (dn)

