
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID — Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR) tidak hanya mengenalkan lingkungan kampus, tetapi juga membentuk mahasiswa yang berdampak bagi masyarakat.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP UPR, Dr. Fendahapsari Singgih Sendayu, M.Pd., mengatakan PKKMB tahun ini memiliki program berbeda dari tahun sebelumnya.
Kegiatan dirancang agar mahasiswa baru memahami lingkungan akademik, organisasi, sistem pembelajaran, dan kehidupan kampus. Sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial sejak awal kuliah.
“Kita ingin menjadikan mahasiswa baru ini menjadi mahasiswa FKIP Berdampak. Kegiatan PKKMB FKIP UPR akan menghadirkan beberapa mitra dari panti asuhan dan mendapatkan sumbangan dari 853 mahasiswa baru berupa alat tulis, pakaian layak pakai, dan sembako. Itu salah satu program dari FKIP Berdampak kepada masyarakat,” kata Fendahapsari, Selasa (11/8/2026).
Selain program sosial, FKIP UPR juga menekankan terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berintegritas. Mahasiswa baru dibekali materi mengenai “Tiga Dosa Pendidikan”: perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi.
Materi pungutan liar dan gratifikasi juga disampaikan agar mahasiswa memahami etika yang harus dijaga selama menempuh pendidikan.
Untuk isu narkoba, FKIP UPR menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai mitra. “Di dalam PKKMB ini kita juga menyelipkan materi terkait penyalahgunaan narkoba dengan menggandeng mitra dari BNN,” ujarnya.
Tim Zona Integritas FKIP UPR turut memberikan sosialisasi layanan mahasiswa. Tujuannya agar maba memahami hak dan layanan kampus sekaligus membangun budaya akademik yang transparan.
Fendahapsari menegaskan PKKMB FKIP UPR 2026 berlangsung tanpa praktik perploncoan. Fakultas telah bersepakat dengan BEM FKIP UPR untuk menjaga kegiatan tetap humanis dan tidak membuat mahasiswa baru tertekan.
“Kami ingin mahasiswa memulai perjalanan akademik dalam suasana yang aman, positif, dan mendukung proses adaptasi,” katanya.
Tahun ini FKIP UPR menerima 853 mahasiswa baru. Jumlah itu turun dibanding tahun lalu yang mencapai sekitar 1.000 orang. Meski demikian, Fendahapsari menyebut FKIP UPR masih menjadi fakultas dengan peminat tertinggi di UPR.
“Alhamdulillah, FKIP UPR masih menduduki peringkat pertama dalam hal minat masyarakat untuk berkuliah,” tutupnya.

