
PULANG PISAU, KALTENGTERKINI.CO.ID- Program Pascasarjana Universitas Palangka Raya (UPR) menghadirkan program Ruang Dialog Sehat sebagai model pendampingan partisipatif untuk memperkuat pencegahan stunting di Desa Tuwung, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau.
Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2026 itu dipimpin Prof. Dr. Ir. Saputera, M.Si., bersama sembilan anggota tim termasuk Dr. Muhamad Affandi, M.Pd, dan melibatkan dua mahasiswa Pascasarjana UPR.
Program ini menitikberatkan pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan keterlibatan ibu rumah tangga melalui edukasi, diskusi, serta praktik pengolahan makanan bergizi berbasis pangan lokal seperti ikan sungai, ubi, sayuran, dan kacang-kacangan menjadi MPASI.
Berdasarkan evaluasi, rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 57,2 menjadi 82,4 atau naik 44,1 persen. Materi meliputi pemahaman stunting, gizi ibu dan anak, MPASI sesuai usia, keanekaragaman dan keamanan pangan.
“Pendekatan dialogis menjadi kekuatan utama karena peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif bertukar pengalaman dan mencari solusi bersama,” kata Saputera, Jumat (25/9/2026).
Hasil evaluasi juga menunjukkan 24 dari 30 peserta atau 80 persen mampu mempraktikkan pengolahan MPASI secara lengkap dan higienis. Program berlangsung enam sesi dengan tingkat kehadiran rata-rata 96,7 persen.
Untuk keberlanjutan, tim memperkuat kapasitas 10 kader Posyandu dan PKK serta membentuk forum Ibu Sehat Tuwung sebagai ruang berbagi pengalaman dan resep. Program ini juga menghasilkan booklet MPASI berbasis pangan lokal, poster, infografis, video pembelajaran, dan kumpulan resep.
Saputera berharap model ini menjadi alternatif pemberdayaan dalam pencegahan stunting, namun tetap memerlukan dukungan berkelanjutan dari keluarga, kader, pemerintah desa, dan fasilitas kesehatan.

