
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah Toto Haryanto Silitonga, S.Si., M.Eng. menyampaikan Nilai Tukar Petani (NTP) gabungan Kalimantan Tengah pada Juli 2026 mencapai 136,95, atau meningkat 0,15 persen dibandingkan Juni 2026 yang sebesar 136,74. Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) tercatat stabil di angka 140,94. Hal tersebut disampaikan dalam rilis Berita Resmi Statistik yang digelar di Palangka Raya, Senin (3/8/2026).
Menurut Toto Haryanto Silitonga, kenaikan NTP dipengaruhi meningkatnya nilai tukar pada dua subsektor, yakni tanaman pangan sebesar 2,56 persen dan peternakan sebesar 1,15 persen. Sebaliknya, subsektor hortikultura, perkebunan rakyat, dan perikanan mengalami penurunan nilai tukar selama periode yang sama.
Ia menjelaskan, peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik 0,63 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,47 persen. Kondisi tersebut menunjukkan daya beli petani di Kalimantan Tengah masih mengalami perbaikan sepanjang Juli 2026.
Selain itu, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) masyarakat perdesaan meningkat 0,42 persen, didorong kenaikan harga pada kelompok transportasi, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga, serta kelompok pakaian dan alas kaki.
Secara regional, seluruh provinsi di Pulau Kalimantan mencatat kenaikan NTP selama Juli 2026. Kalimantan Tengah mengalami kenaikan 0,15 persen dan menempati peringkat ketiga untuk nilai NTP maupun NTUP tertinggi di wilayah Kalimantan, setelah Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

