
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI. CO.ID – Sistem pendidikan di Kalimantan Tengah (Kalteng) dinilai perlu terus diperkuat agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat daerah, tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata.
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh menilai, tantangan pendidikan di Kalteng saat ini bukan hanya terkait akses dan infrastruktur, tetapi juga arah pembelajaran yang masih cenderung berorientasi pada teori umum dan persaingan masuk jenjang pendidikan favorit.
Menurutnya, kondisi geografis Kalteng yang luas serta keberagaman budaya yang dimiliki seharusnya menjadi bagian penting dalam penyusunan sistem pendidikan di daerah.
“Pendidikan tidak cukup hanya mengejar capaian akademik. Generasi muda juga perlu memahami jati diri dan budaya lokal agar tidak kehilangan arah di tengah perkembangan zaman,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).
Ia mengatakan, derasnya arus digitalisasi menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi generasi muda. Karena itu, pendidikan dinilai harus mampu menjadi ruang penyeimbang antara kemajuan teknologi dan pelestarian nilai budaya lokal.
Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter yang kuat serta pemahaman terhadap lingkungan sosial dan budaya di sekitarnya.
“Kalau pendidikan ingin maju, maka harus mampu menjawab kebutuhan lokal sekaligus menghadapi tantangan global. Dengan begitu, kita tidak akan tertinggal,” tegasnya.
Faridawaty juga mendorong agar materi pembelajaran lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Selain itu, sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga dan masyarakat dinilai penting untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kalteng.
Ia berharap sistem pendidikan di daerah ke depan mampu melahirkan generasi muda yang unggul secara akademik, memiliki karakter kuat, serta tetap memahami dan menjaga akar budayanya sendiri.

