
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Tepat awal bulan Mei lalu telah diperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Peringatan ini dimaknai sebagai momentum refleksi terhadap kondisi ketenagakerjaan. Termasuk tenaga kerja di Kalimantan Tengah
Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh menilai, peringatan ini harus menjadi ruang evaluasi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat komitmen terhadap nasib pekerja di daerah.
Peringatan May Day harus menjadi refleksi bersama bahwa pekerja adalah bagian utama dari pembangunan di Kalimantan Tengah.
“Maka itu, perlu dipastikan kesejahteraan dan perlindungan bagi mereka. Ini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah daerah maupun dunia usaha” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Lebuh lanjut Faridawaty menyampaikan, pembangunan di Kalimantan Tengah yang masih bertumpu pada sektor sumber daya alam seperti perkebunan, kehutanan, dan pertambangan menyisakan berbagai tantangan ketenagakerjaan.
Pekerja di sektor tersebut dinilai rentan terhadap persoalan keselamatan kerja, kepastian upah, hingga jaminan sosial yang memadai.
Disisi lain, pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga kerja lokal di tengah masuknya investasi yang terus berkembang.
“Tenaga kerja lokal harus dipersiapkan dengan baik melalui pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Mereka harus menjadi pelaku utama pembangunan,” tegasnya
Terlepas dari itu Faridawaty menilai, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada pekerja.
Kebijakan tersebut mencakup perlindungan keselamatan kerja, pemberian upah yang layak, serta jaminan sosial yang dapat meningkatkan rasa aman bagi pekerja.
“Kebijakan di daerah harus benar-benar hadir untuk melindungi pekerja, mulai dari aspek keselamatan kerja, upah yang layak, hingga jaminan sosial. Ini penting agar pekerja merasa aman dan sejahtera dalam menjalankan aktivitasnya,” pungkasnya. (*/Red)

