
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Upaya penanggulangan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial semata. Diperlukan strategi jangka panjang yang mampu membekali masyarakat dengan keterampilan nyata agar mereka bisa mandiri secara ekonomi dan berdaya saing di dunia kerja.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Palangka Raya Noorkhalis Ridha, yang menekankan pentingnya pelatihan dan pendidikan vokasi sebagai solusi berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Bantuan sosial memang memiliki peran penting dalam meringankan beban masyarakat, terutama dalam kondisi sulit. Namun tanpa diiringi peningkatan kapasitas dan keterampilan, bantuan tersebut hanya bersifat sementara,” jelasnya, Minggu (28/3/2026).
Ridha menjelaskan, pelatihan vokasi dapat membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan maupun menciptakan lapangan usaha secara mandiri.
“Dengan keterampilan yang relevan dan sesuai kebutuhan pasar, masyarakat tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga berpotensi menjadi pelaku usaha yang mampu menggerakkan ekonomi lokal,” terangnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam merancang program pelatihan yang tepat sasaran. Program yang disusun harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, baik di sektor formal maupun informal.
Selain itu, pelatihan juga perlu didukung dengan fasilitas yang memadai serta pendampingan berkelanjutan agar hasilnya dapat dirasakan secara optimal.
Menurut Ridha, pendekatan berkelanjutan dalam penanggulangan kemiskinan menjadi kunci utama agar perubahan yang dihasilkan tidak bersifat sesaat.
Ia menilai, tanpa strategi jangka panjang, masyarakat akan terus bergantung pada bantuan dan sulit untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.
Oleh karena itu, DPRD mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya untuk terus memperluas akses terhadap program pelatihan dan pendidikan vokasi. Langkah ini dinilai penting agar setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kemampuan diri dan memperbaiki taraf hidupnya.
“Kami berharap program-program tersebut dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan dan pelatihan. Dengan demikian, pemerataan kesejahteraan dapat lebih mudah tercapai,” katanya.
Ia optimistis, jika pelatihan vokasi dijalankan secara konsisten dan terarah, maka akan semakin banyak masyarakat yang mampu bangkit dari keterbatasan ekonomi.
Kemandirian yang terbentuk dari keterampilan tersebut diharapkan mampu menciptakan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.
“Dengan keterampilan yang dimiliki, masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu berdiri sendiri dan bahkan membantu orang lain melalui usaha yang mereka bangun,” pungkasnya. (*/Red)

