
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID – Tiga bulan berjalan, usaha peternakan ayam petelur unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pulau Mambulau mulai menampakkan denyutnya.
Pelaksana Tugas Camat Bataguh, Dino Aries Fahrizal, datang meninjau langsung, Rabu, 29 April 2026. Kunjungan itu sederhana, namun sarat pesan: memastikan roda usaha desa benar-benar bergerak.
Dino datang tidak sendiri, ia didampingi Plt Ketua TP PKK Kecamatan Bataguh Badriah, Penjabat Kepala Desa Iwan, serta jajaran kecamatan dan desa.
Di kandang ayam petelur itu, aktivitas berlangsung seperti biasa: memberi pakan, memungut telur, menata hasil panen. Rutinitas yang tampak sepele, tapi menyimpan arti ekonomi yang nyata.
Angkanya mulai berbicara. Dengan omzet rata-rata Rp18 juta per bulan dan biaya operasional sekitar Rp10 juta, BUMDes tersebut diperkirakan mengantongi laba Rp5 juta hingga Rp8 juta. Produksi harian mencapai sekitar 14 rak telur, dipasarkan ke wilayah sekitar.
“Ini contoh BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa,” kata Dino di sela kunjungannya.
Bagi Dino, usaha seperti ini langsung dirasakan masyarakat. Selain menghasilkan pendapatan, unit usaha itu juga membuka lapangan kerja dan memperkuat ketahanan pangan lokal.
“Produksi telur, sangat membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Badriah menilai sektor riil seperti peternakan menjadi penopang penting di tengah ketidakpastian ekonomi.
“Sektor ini membuat ekonomi tetap bergerak dan bertahan di tengah krisis,” tambahnya.
Dino mendorong pengelola BUMDes untuk terus membenahi manajemen, menjaga kualitas produksi, dan memperluas jaringan pemasaran. Ia berharap langkah kecil dari Pulau Mambulau dapat menular ke desa lain. (*/dn)

