
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kapuas mengapresiasi pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Susur Sungai Kalimantan di Pelabuhan Danau Mare Kuala Kapuas, Rabu, 29 April 2026.
Kegiatan ini menyasar wilayah terpencil guna memastikan ketersediaan uang layak edar di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kapuas, Septedy, menyebut sejumlah wilayah di Kapuas masih tergolong terpencil menurut Bank Indonesia.
Kondisi itu, kata dia, menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Jika keterpencilan karena akses jalan, itu menjadi pekerjaan rumah kami. Jika karena transportasi, kami berkewajiban menyediakannya,” ujar Septedy saat membacakan sambutan Bupati Kapuas.
Ia menambahkan, hasil pelaksanaan ekspedisi akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan dan pembangunan di wilayah terpencil.

Pemerintah daerah juga menyampaikan penghargaan kepada Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, serta TNI Angkatan Laut atas sinergi dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah Yuliansyah Andrias mengatakan ekspedisi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga distribusi rupiah hingga ke pelosok.
“Ini bagian dari mandat Bank Indonesia agar uang beredar tepat jumlah, waktu, dan kualitas di seluruh wilayah NKRI,” ujarnya.
Menurut Yuliansyah, rupiah tidak sekadar alat transaksi, tetapi juga simbol pemersatu bangsa. Ia mengajak masyarakat mengenali ciri keaslian uang dan menghargai simbol pahlawan yang tertera di dalamnya.
“Penting untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap mata uang nasional,” katanya.
Ekspedisi Rupiah tidak hanya menghadirkan layanan penukaran uang layak edar, tetapi juga edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah serta dorongan digitalisasi sistem pembayaran.
Kegiatan turut dirangkai dengan pasar murah, edukasi sosial, dan layanan kesehatan gratis.
Pemerintah Kabupaten Kapuas menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Bank Indonesia dan para pemangku kepentingan guna mendorong pemerataan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (*/dn)

