
DEMAK, JAWA TENGAH – Penguatan sektor pertanian tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi gabah. Kemampuan mengolah hasil panen menjadi beras berkualitas juga menjadi bagian penting untuk meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan petani.
Hal inilah yang menjadi perhatian Bupati Kapuas, HM Wiyatno, saat mengunjungi Rice Milling Unit (RMU) Tarli Berkah Abadi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Senin (3/11). Dalam kunjungan tersebut, Bupati Wiyatno didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I. Sangkai.
Kunjungan kerja ini menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Kapuas untuk melihat langsung bagaimana fasilitas penggilingan padi modern dikelola, mulai dari teknologi yang digunakan hingga sistem operasionalnya.
Bersama rombongan, Bupati Wiyatno mengamati proses pengolahan gabah menjadi beras, termasuk pemanfaatan berbagai fasilitas pendukung dalam kegiatan produksi.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi referensi dalam merancang pengembangan RMU di Kabupaten Kapuas. Pemerintah daerah ingin mempelajari pola pengelolaan dan teknologi yang dapat diterapkan sesuai dengan potensi pertanian serta kebutuhan daerah.
Bagi Kapuas, pengembangan RMU memiliki arti strategis. Daerah ini memiliki potensi persawahan yang besar, sehingga penguatan fasilitas pascapanen menjadi salah satu langkah untuk memastikan hasil pertanian tidak hanya melimpah, tetapi juga memiliki nilai jual lebih tinggi.
Dengan dukungan teknologi penggilingan yang tepat, kualitas beras diharapkan meningkat, kehilangan hasil panen dapat ditekan, dan petani memiliki peluang memperoleh nilai tambah dari gabah yang dihasilkan.
Hasil kunjungan ke Demak selanjutnya diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menyusun langkah pengembangan RMU yang berkelanjutan.
Upaya tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat rantai produksi pertanian, sekaligus mendorong ketahanan pangan daerah. Sebab, keberhasilan sektor pertanian bukan hanya diukur dari luas lahan dan jumlah produksi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat ekonomi yang dapat dirasakan petani. (dn)

