
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Satgaswil Kalteng Densus 88 Antiteror (AT) Polri bersinergi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan insan pers terhadap potensi penyebaran paham IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme).
Sosialisasi yang diikuti wartawan dari berbagai perusahaan media ini berlangsung di Balai PWI Kalteng, Palangka Raya, Sabtu (3/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut dibahas dinamika paham IRET dan langkah pencegahannya, termasuk potensi masuknya narasi kekerasan, ekstremisme, dan konten sadistis melalui berbagai platform informasi dan media sosial.
Ketua Tim Pencegahan Satgaswil Kalteng Densus 88 AT Polri, Iptu Ganjar Satriyono, mengatakan sosialisasi kepada insan pers merupakan bagian dari manajemen risiko untuk mitigasi penyebaran paham IRET.
“Sosialisasi ini kami sampaikan sebagai bagian dari manajemen risiko untuk memitigasi potensi paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), demi menjaga keamanan serta kepentingan negara dan bangsa,” ujar Iptu Ganjar.

Ketua PWI Kalteng, M. Zainal, merespons bahwa insan pers memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, setiap informasi yang diterima maupun disebarluaskan perlu dicermati agar tidak menjadi sarana penyebaran narasi intoleransi dan kekerasan.
“Ini menjadi atensi kita terhadap berita-berita yang masuk, agar kita dapat terhindar dari paham-paham IRET,” katanya.
Zainal juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap informasi yang beredar di ruang digital. Tidak semua informasi bisa langsung dipercaya atau disebarluaskan tanpa melihat konteks, sumber, dan dampaknya.
“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini, saya berharap teman-teman juga bisa menyaring informasi-informasi yang masuk sebelum dinaikkan,” jelas Zainal.
Ia berharap, sinergi Densus 88 dan PWI Kalteng ini mampu memperkuat literasi media serta meningkatkan kewaspadaan bersama dalam mencegah penyebaran paham IRET di Kalimantan Tengah, sekaligus menciptakan ruang informasi yang sehat dan objektif. (Red)

