
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Fenomena iklim global El Niño 2026 dan musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kalimantan Tengah telah menyebabkan penurunan drastis kelembapan tanah serta kekeringan ekstrem pada area lahan gambut.
Kondisi cuaca yang rentan tersebut memicu terjadinya insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan aset lahan Universitas Palangka Raya (UPR), Kampus Yos Sudarso.
Merespons ancaman tersebut, Tim Tanggap Darurat UPR langsung bergerak cepat melakukan aksi pemadaman di lapangan sejak deteksi awal kemunculan api.
Respon taktis dan terkoordinasi ini kemudian diperkuat melalui konsolidasi formal guna memastikan manajemen penanganan, logistik, dan strategi pencegahan lanjutan berjalan optimal dan berkelanjutan.
Dalam operasi tanggap darurat ini, UPR mengerahkan tim gabungan terpadu yang terdiri dari ; Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengelolaan Lahan Gambut Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG) Peat Techno Park (PTP)
Tim Urusan Barang Milik Negara dan Rumah Tangga (BMN-RT)
Relawan tanggap bencana dari unsur Civitas Akademika Universitas Palangka Raya

Melalui kerja keras dan penanganan cepat tim terpadu di lapangan, titik api yang sempat mendekati kawasan strategis di sekitar Gedung Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG) serta Gedung Merah Putih telah berhasil dikendalikan dan dipadamkan, ungkap Kepala UPA Pengelola Lahan Gambut sekaligus Koordinator Lapangan Tim Penanggulangan Kebakaran Lahan di lingkungan UPR,
Dr. Ir Adi Jaya, M.Si., Ph.D, Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, meskipun api permukaan telah padam, tim tanggap darurat tetap bersiaga dan melakukan pemantauan serta pembasahan berkala (cooling down) secara intensif 24 jam.
Mengingat karakteristik lahan gambut yang kering menyimpan potensi kebakaran bawah tanah (smoldering) yang dapat memicu titik api baru sewaktu-waktu akibat embusan angin kencang dan suhu tinggi.
Guna melindungi kesehatan Civitas Akademika dari dampak paparan kabut asap dan memperhatikan data kualitas udara BMKG, Rektor UPR Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU., ASEAN Eng. telah menetapkan penyesuaian operasional kampus, terangnya.
Dikatakannya, Perkuliahan Tatap Muka, dimulai paling awal pukul 08.00 WIB untuk semua jenjang (Diploma, Sarjana, Profesi, Spesialis, Magister, dan Doktor) dengan durasi perkuliahan yang diperpendek serta penyesuaian pada kegiatan praktikum dan laboratorium.
Peniadaan Kuliah Tatap Muka di Gedung Merah Putih A dan B: Terhitung mulai tanggal 19 sampai dengan 28 Agustus 2026, seluruh aktivitas tatap muka di Gedung Kuliah Terpadu Merah Putih A dan B ditiadakan dan dialihkan ke metode daring (online) atau dipindahkan ke ruang kuliah fakultas yang aman.
Pembatasan Aktivitas Luar Ruang & Imbauan Masker: Kegiatan akademik, kemahasiswaan, dan organisasi mahasiswa di luar ruangan dibatasi seminimal mungkin atau dijadwalkan ulang.
Seluruh sivitas akademika diwajibkan mengenakan masker selama berada di area kampus.
Opsi Pembelajaran Daring Penuh, UPR siap menerapkan perkuliahan daring secara menyeluruh apabila parameter kualitas udara memburuk, tuturnya.
Ia menyampaikan, pimpinan Universitas Palangka Raya menyampaikan rasa hormat, apresiasi setinggi-tingginya, dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh personel tim tanggap darurat, dosen, tenaga kependidikan, relawan mahasiswa, petugas keamanan kampus, pihak TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, jajaran bank mitra Universitas Palangka Raya atas kepedulian, kemitraan, dan dukungannya, serta seluruh elemen masyarakat yang telah bahu-membahu dan berdedikasi tanpa kenal lelah dalam mendukung operasional, memadamkan api, dan mengamankan kawasan kampus dari ancaman kebakaran.
Sebagai tindak lanjut koordinasi pimpinan, UPR mengimplementasikan protokol kesiapsiagaan kampus:
Patroli Rutin & Pemantauan Titik Panas (

