
PALANGKA RAYA, KALTENG TERKINI.CO.ID — Proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Palangka Raya (UPR) periode berikutnya memasuki babak akhir. Tiga calon Rektor UPR telah menjalani sesi wawancara dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto, Kamis (20/8/2026).
Ketua Panitia Pilrek UPR, Prof. Joni Bungai, mengatakan seluruh tahapan wawancara terhadap tiga calon rektor telah selesai dilaksanakan pada Kamis pagi secara daring melalui Zoom.
“Tadi pagi, Kamis (20/8/2026), wawancara Pak Menteri melalui Zoom kepada calon rektor. Para calon rektor sudah selesai diwawancarai,” jelas Joni.
Ia menyebut wawancara tersebut merupakan bagian dari rangkaian proses Pilrek UPR sebelum memasuki tahapan pemilihan berikutnya.
Namun terkait hasil atau penilaian dari wawancara yang dilakukan Menteri, Joni mengaku pihak panitia belum menerima informasinya.
“Hasil wawancara beliau dengan tiga calon rektor, kami tidak tahu. Bisa ditanyakan langsung kepada tiga calon,” ujarnya.
Setelah tahapan wawancara selesai, proses Pilrek UPR selanjutnya akan memasuki pemilihan tahap II. Joni menyebut pelaksanaan pemilihan tahap tersebut masih menunggu jadwal yang ditetapkan oleh Mendiktisaintek.
“Kemudian untuk pemilihan tahap II, menunggu jadwal dari Pak Menteri,” katanya.
Sebelumnya, Pilrek UPR telah memasuki tahap final setelah panitia melaksanakan pengambilan nomor urut tiga calon rektor di Sekretariat Panitia Pilrek UPR, Rabu (29/7/2026) lalu.
Tiga calon rektor yang bersaing dalam tahap akhir tersebut yakni Prof. Liswara Neneng, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UPR, Dr. Thea Farina Embang, Dekan Fakultas Hukum (FH) UPR dan Prof. Bhayu Rhama, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR
Dengan selesainya tahapan wawancara oleh Menteri, proses Pilrek UPR kini tinggal menunggu penjadwalan pemilihan tahap II. Tahapan tersebut menjadi penentu dalam memilih Rektor UPR untuk periode mendatang.
Panitia Pilrek UPR memastikan seluruh tahapan pemilihan berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Sementara keputusan mengenai jadwal pemilihan tahap II masih menunggu arahan resmi dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

