
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli 2026. Berdasarkan hasil pemantauan di empat kabupaten/kota, Kalimantan Tengah mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 4,32 persen dengan IHK sebesar 112,87.
Data tersebut disampaikan dalam kegiatan Berita Resmi Statistik (BRS) Perkembangan Indeks Harga Konsumen Juli 2026 yang dilaksanakan di Kantor BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Senin (3/8/2026).
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, menjelaskan inflasi tahunan dipengaruhi oleh kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok dengan kenaikan tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,57 persen, disusul transportasi sebesar 7,12 persen, serta makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,69 persen.
Sementara itu, secara bulanan (month-to-month/m-to-m), Kalimantan Tengah mengalami inflasi sebesar 0,23 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) mencapai 2,63 persen.
BPS juga mencatat inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 4,78 persen dengan IHK 114,36, sedangkan inflasi terendah terjadi di Sampit sebesar 3,58 persen dengan IHK 111,66. Adapun Kota Palangka Raya mencatat inflasi tahunan sebesar 4,48 persen.
Komoditas yang paling dominan menyumbang inflasi tahunan antara lain beras, emas perhiasan, bensin, ikan nila, minyak goreng, ikan gabus, daging ayam ras, ikan patin, serta angkutan udara. Sebaliknya, komoditas seperti tomat, bawang merah, cabai rawit, dan telur ayam ras memberikan andil terhadap deflasi.
BPS berharap data perkembangan inflasi ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam menyusun langkah strategis menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Kalimantan Tengah.

