
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Universitas Palangka Raya (UPR) bersama SEAMEO BIOTROP menggelar Pelatihan Pengelolaan dan Pemanfaatan Lahan Suboptimal. Kegiatan ini menjadi wadah peningkatan kapasitas puluhan guru SMK se-Kota Palangka Raya dalam memahami strategi pengelolaan lahan.
Pelatihan berlangsung selama tiga hari, 21–23 Juli 2026, di Ruang Teater B, Lantai 6 Gedung PPIIG UPR.
Selama pelatihan, peserta mendapat materi mulai dari konsep, tantangan, hingga strategi pengelolaan lahan suboptimal yang adaptif terhadap perubahan lingkungan. Para guru juga dibekali wawasan tentang pentingnya kolaborasi dunia pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi untuk mendukung pemanfaatan lahan secara optimal dan berkelanjutan.
Deputi Direktur Bidang Program SEAMEO BIOTROP, Dr.rer.nat. Doni Yusri, S.P., M.M., menjelaskan pelatihan ini merupakan salah satu program inisiatif SEAMEO BIOTROP tahun ini.
“Lahan suboptimal adalah lahan yang ada, tetapi harus dikelola secara optimal agar memberikan manfaat. Jika dibiarkan, lahan tersebut tidak akan menghasilkan sesuai harapan. Karena itu, pengelolaan yang tepat sangat penting agar potensinya dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Doni berharap materi yang diterima guru dapat diteruskan kepada peserta didik di sekolah masing-masing. Pengetahuan tentang pengelolaan lahan sejak dini, menurutnya, akan menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan sekaligus mendorong lahirnya inovasi pemanfaatan lahan.
Ia juga mendorong peserta menerapkan ilmu yang didapat dalam praktik sederhana, seperti sistem biopori pada lahan suboptimal sebagai langkah nyata pengelolaan lingkungan.
Lebih lanjut, Doni menjelaskan SEAMEO BIOTROP memiliki peran strategis dalam pengembangan pengelolaan lahan suboptimal melalui riset tropika berbasis mitigasi, penyediaan model demonstrasi, serta program peningkatan kapasitas SDM.
Sementara itu, akademisi dan pakar lahan gambut UPR, Dr. Ir. Adi Jaya, M.Si., menilai kerja sama SEAMEO BIOTROP dengan UPR memberi kontribusi positif bagi terwujudnya konsep kampus berdampak bagi masyarakat.
“Dengan modul yang diberikan SEAMEO BIOTROP, peserta lebih mudah memahami materi dan selanjutnya dapat menerapkannya di masyarakat. Materi yang diberikan bersifat praktis dan aplikatif, sehingga menjadi nilai tambah,” katanya.
Adi bersyukur UPR mendapat kesempatan bekerja sama dengan SEAMEO BIOTROP. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat kapasitas akademik, tetapi juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas melalui program yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Kami berharap kerja sama ini terus dilanjutkan dan dikembangkan, misalnya melalui pembangunan demplot pengelolaan lahan suboptimal. Mengingat Kalimantan Tengah memiliki lahan suboptimal yang luas, teknologi praktis seperti ini perlu terus dikembangkan karena manfaatnya besar bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Ririn, mengaku pelatihan ini memberikan pengalaman baru yang bermanfaat. Selain menambah pengetahuan, ia juga dapat memperluas jejaring dan bertukar pengalaman dengan guru dari berbagai sekolah.
“Kegiatan ini luar biasa. Kami mendapat pengetahuan baru, pengalaman, sekaligus kesempatan berkolaborasi. Selama ini kami lebih banyak berinteraksi dengan siswa, sehingga forum seperti ini sangat bermakna untuk saling bertukar ide sesama pendidik,” jelas Ririn.
Ia berharap kerja sama SEAMEO BIOTROP dan UPR tidak berhenti di pelatihan ini. Menurutnya, program lanjutan seperti kolaborasi penelitian atau penyusunan buku diperlukan agar ilmu yang diperoleh bisa terus dikembangkan menjadi referensi bagi guru dan peserta didik.
“Akan sangat baik jika ada program lanjutan tentang pengelolaan dan pemanfaatan lahan suboptimal, baik dalam bentuk penelitian maupun buku yang bisa jadi referensi guru dan siswa,” tutup Ririn.

