
SAMPIT, KALTENGTERKINI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) terus mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berperan aktif dan saling bersinergi dalam mewujudkan Bandara H. Asan Sampit sebagai Bandara Sehat.
Langkah ini diambil guna memastikan fasilitas transportasi udara utama di wilayah setempat memiliki standar operasional yang prima, aman, dan nyaman bagi para penumpang, ungkap Bupati Kotim, H. Halikinnor,SH.,M.M melalui Staf Alhi, Muslih, Senin (20/7/2026),
Upaya ini, tambahnya, diwujudkan melalui kolaborasi erat antar-instansi lintas sektor untuk memenuhi berbagai kriteria yang disyaratkan.
Pemkab Kotim menargetkan seluruh indikator penting, mulai dari kualitas kesehatan lingkungan, kebersihan area publik, hingga sistem keamanan dan kenyamanan di kawasan bandara, dapat terpenuhi secara optimal dalam waktu dekat.
“Sinergi yang solid dari seluruh instansi dinilai sangat krusial untuk menciptakan lingkungan penerbangan yang bersih dan Tangguh”, ujarnya.
Keberadaan Bandara Sehat tidak hanya sekadar meningkatkan kenyamanan penumpang yang lalu lalang, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai potensi kedaruratan kesehatan serta ancaman bencana alam.
Salah satu fokus utama dari program ini adalah mengantisipasi ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sering kali melanda wilayah Kotawaringin Timur. “Kata Staf Alhi bupati Muslih disampit senin 20/7/2026
Menurutnya, dengan adanya standar Bandara Sehat, sistem mitigasi dan penanganan kedaruratan di lingkungan bandara diharapkan dapat berjalan lebih cepat, responsif, dan terintegrasi saat terjadi krisis lingkungan.
Mewujudkan Bandara Sehat bukan sekadar tugas pengelola bandara semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintah daerah.
Sinergi antar-OPD diyakini akan mempercepat pemenuhan indikator kesehatan dan kebersihan lingkungan demi mencapai target predikat resmi Bandara Sehat pada tahun 2028 mendatang, terangnya.
Dikatakannya, melalui integrasi program yang mencakup sektor kesehatan, lingkungan hidup, perhubungan, hingga penanggulangan bencana, Pemkab Kotim optimistis target tersebut dapat tercapai.
Langkah strategis ini diharapkan mampu memberikan pelayanan publik yang jauh lebih aman, higienis, dan responsif terhadap kondisi darurat demi kenyamanan masyarakat luas.

