
SAMPIT, KALTENGTERKINI.CO.ID – Kepada badan penanggulangan bencana daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Multazam mengatakan saat ini pihaknya dengan Tim Satgas Penanggulangan Bencana tengah melakukan kalkulasi maupun pemetaan ulang terkait penetapan status Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Langkah ini diambil untuk memastikan akurasi penetapan status siaga maupun tanggap darurat di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).
Berdasarkan dokumen Rencana Kontinjensi Bencana Karhutla, terdapat tiga dari empat parameter utama yang saat ini telah terpenuhi, antara lain : Frekuensi Kebakaran: Mencapai 4 – 5 kejadian Karhutla dalam sehari.
Tinggi Muka Air (TMA) Tanah: Telah berada di bawah ambang batas aman, yakni lebih rendah dari -60 cm,”ujarnya.
Lebih lanjut, kata dia, Jumlah Titik Panas (Hotspot): Terpantau lebih dari 5 titik di wilayah terdampak.Kendati tiga parameter teknis telah terpenuhi, penetapan status masih menunggu kelengkapan data terkait indikator kualitas udara.
Data kualitas udara dinilai menjadi kunci utama agar penetapan status bencana dapat dilakukan secara lebih presisi dan akurat.
“Pihak tim teknis saat ini terus berkoordinasi secara intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah.”jelas Multazam
Manurutnya, evaluasi dan pembaruan data juga rutin disampaikan dalam pertemuan virtual harian bersama instansi pengampu urusan kualitas udara, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Melalui sinergi antar-instansi ini, diharapkan data parameter kualitas udara dapat segera terintegrasi sehingga kebijakan dan tindakan penanganan Karhutla di lapangan dapat diputuskan secara cepat dan tepat.
Pemkab Kotim saat ini, terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait status di kotim.
“Kami juga menghimbau masyarakat Kotim untuk meningkatkan kesiagaan terhadap kebakaran lahan, jangan membakar lahan sembarangan, mengingat saat ini cuacanya cukup panas dan dimana dahan maupun ranting mudah terbakar,” imbaunya.

