
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah saat ini menjadi ujian nyata bagi kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng). Di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah dituntut mampu memastikan setiap program benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan efisiensi tidak boleh dimaknai sebagai pemangkasan program yang berujung pada menurunnya kualitas pelayanan publik. Sebaliknya, efisiensi harus menjadi instrumen untuk memperbaiki pola belanja daerah yang selama ini dinilai masih belum sepenuhnya efektif.
“Efisiensi ini bukan sekadar penghematan, tetapi bagaimana memastikan anggaran digunakan tepat sasaran, tidak habis pada kegiatan seremonial, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya di Istana Isen Mulang, Selasa (19/5/2026) malam.
Isu pemborosan anggaran pada kegiatan formalitas dan seremonial selama ini kerap menjadi sorotan. Karena itu, Pemprov Kalteng menekankan pentingnya penajaman program agar belanja daerah lebih produktif, khususnya pada sektor prioritas seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Gubernur juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperketat perencanaan dan pengawasan anggaran. Langkah ini dinilai krusial guna mencegah kebocoran serta memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan nilai manfaat yang terukur.
“Setiap rupiah uang rakyat harus bisa dipertanggungjawabkan, bukan hanya secara administrasi, tetapi juga manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Di tengah tekanan efisiensi, Pemprov Kalteng dihadapkan pada tantangan untuk tetap menjaga laju pembangunan tanpa mengorbankan kualitas. Jika tidak dikelola secara tepat, kebijakan efisiensi berpotensi memperlambat realisasi program strategis daerah.
Namun sebaliknya, bila dijalankan dengan perencanaan matang dan pengawasan ketat, efisiensi justru dapat menjadi momentum reformasi belanja daerah menuju tata kelola yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi hasil.

