
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Agustiar Sabran menunjukkan kekecewaan dan kemarahannya terhadap hasil pengecatan sejumlah ruas jalan protokol di Palangka Raya yang dinilai tidak optimal, cepat mengelupas.
Dalam pernyataannya kepada wartawan di Istana Isen Mulang, Selasa (20/5/2026) malam, Gubernur menegaskan kualitas pekerjaan tersebut jauh dari harapan.
Ia bahkan menyoroti cat jalan yang cepat memudar, sehingga menimbulkan pertanyaan terkait pelaksanaan proyek di lapangan.
“Harus diakui, catnya cepat hilang. Ini tidak sesuai dengan yang kita harapkan,” tegas Agustiar.
Gubernur juga secara terbuka menyinggung dugaan adanya pola kerja “ABS” (Asal Bapak Senang) di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menilai ada kecenderungan pekerjaan hanya diserahkan kepada bawahan, tanpa pengawasan langsung yang memadai.
“Saya tidak mau pekerjaan seperti ini hanya sekadar formalitas. Harus ada tanggung jawab dan pengawasan di lapangan,” ujarnya dengan nada tegas.
Meski tetap mengambil tanggung jawab sebagai pimpinan, Agustiar mengingatkan bahwa setiap OPD harus memahami konsekuensi dari pekerjaan yang tidak maksimal. Ia tidak ingin kejadian serupa terulang dalam proyek-proyek pemerintah ke depan.
Sebagai langkah tegas, Gubernur telah menginstruksikan Inspektorat Provinsi Kalimantan Tengah untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek pengecatan jalan tersebut. Evaluasi akan dilakukan untuk menentukan apakah pekerjaan dilanjutkan, diperbaiki, atau dihentikan.
“Ini harus diperiksa. Kita ingin tahu di mana letak masalahnya, apakah di perencanaan, pelaksanaan, atau pengawasan,” katanya.
Di sisi lain, Agustiar tetap mengakui bahwa secara umum kinerja OPD, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), berjalan baik. Namun, ia menegaskan bahwa satu kesalahan tetap harus menjadi perhatian serius.
Pernyataan tegas Gubernur ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah provinsi tidak akan mentolerir pekerjaan yang tidak sesuai standar, sekaligus menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Kalimantan Tengah.

