
PALANGKA RAYA, KALTENG TERKINI.CO.ID – Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tommy Irawan Diran mengatakan, program cetak sawah di wilayah pedesaan Kalimantan (Kalteng), saat ini mengalami kendala, dimana warga mengeluhkan ketidaksiapan sarana tanam lantaran kelangkaan bibit padi yang menjadi keperluan utama.
“Sebaliknya pupuknya yang biasanya sulit didapatkan, tapi sekarang justru tersedia cukup banyak,” katanya, Minggu (13/5/2026).
Dikatakan, program cetak sawah merupakan bagian dari upaya nasional meningkatkan ketahanan pangan dan membuka lahan pertanian baru. Namun dalam implementasinya seperti di Kecamatan Banama Tingang dan Desa Pajar, ditemukan sejumlah kendala teknis yang berpotensi menghambat produktivitas petani.
“Banyak warga berkeluh kesah soal program cetak sawah. Di sana ada yang sudah selesai, ada juga yang belum. Tetapi informasi yang saya dapat, bibitnya belum ada, belum bisa tanam, sementara pupuknya sudah ada,” ujar Tommy
Lebih jauh ia menjelaskan, kondisi tersebut terbilang janggal karena umumnya petani lebih dahulu menanam sebelum memikirkan ketersediaan pupuk. Ketidaksinkronan distribusi ini dikhawatirkan justru merugikan petani, terutama jika pupuk yang telah tersedia tidak segera digunakan dan berpotensi rusak.
“Saya sempat tanya ke Pak Kades, ‘Pupuknya bagaimana?’ Dijawab, “Ada Pak, disimpan,” katanya. “Nah, kalau bibitnya beberapa bulan tidak ada. Bagaimana itu? Bisa saja pupuk itu rusak karena tidak terpakai,” beber Tommy.
Terlepas dari itu ia berharap dinas terkait, khususnya instansi yang menangani tanaman pangan, segera melakukan evaluasi dan percepatan distribusi bibit.
“Dalam.kontek ini diperlukan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga program strategis seperti cetak sawah benar-benar memberikan manfaat nyata,’ pungkasnya. (*/Red)

