
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID – Balai Pelestarian Budaya Wilayah XIII Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan menggelar kegiatan publikasi warisan budaya melalui program bioskop keliling di Kabupaten Kapuas.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Rumah Bupati Kapuas, Jumat sore (6/3/2026). Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparbudpora Kabupaten Kapuas, Budi Kurniawan.
Turut hadir Kepala Balai Pelestarian Budaya Wilayah XIII, Riris Purbasari, jajaran Disbudpora Kapuas, serta peserta dari berbagai sekolah tingkat SLTA di Kabupaten Kapuas.
Kepala Balai Pelestarian Budaya Wilayah XIII, Riris Purbasari, mengatakan lembaganya memiliki tugas melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan warisan budaya di wilayah kerja Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan publikasi dan edukasi kepada masyarakat agar warisan budaya tidak hanya terjaga keberadaannya, tetapi juga dipahami, dihargai, dan dibanggakan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang.
“Melalui pemutaran film bertema budaya, sejarah, tradisi, serta nilai-nilai kearifan lokal, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pengetahuan sekaligus pengalaman yang menyenangkan dalam mengenal warisan budaya bangsa,” ujar Riris.
Menurut dia, program bioskop keliling tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media edukasi kebudayaan yang diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan masyarakat sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa.
“Marilah kita menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan pemersatu, identitas bangsa, serta sumber inspirasi dalam membangun masa depan Indonesia yang berakar pada nilai-nilai luhur budaya,” katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Disbudpora Kabupaten Kapuas, Budi Kurniawan, menegaskan kebudayaan merupakan identitas dan jati diri bangsa yang terbentuk dari keberagaman budaya daerah.
Menurut Budi, di dalam kebudayaan terkandung nilai-nilai luhur, kearifan lokal, serta warisan sejarah yang menjadi pedoman hidup masyarakat dari generasi ke generasi.
Ia mengatakan Kabupaten Kapuas sebagai daerah yang memiliki keragaman budaya memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya tersebut.
Pemutaran film bertema budaya, kata Budi, juga menjadi salah satu cara untuk mendokumentasikan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui media yang mudah diterima generasi muda.
Dalam kesempatan itu, Budi juga menggagas rencana penyelenggaraan festival film budaya yang melibatkan pelajar tingkat SLTA di Kabupaten Kapuas.
“Saya punya ide setelah pemutaran film ini kita membuat festival film budaya dengan peserta pelajar SLTA di Kapuas. Filmnya bisa mengangkat budaya dan sejarah daerah,” terangnya.
Ia menyebut sejumlah situs budaya dan sejarah di Kapuas yang dapat diangkat menjadi karya film, seperti Rumah Betang Sei Pasah, Situs Bataguh Nyai Undang, Rumah Juang di Anjir, gereja tua di Mandomai, serta tugu lokasi pendaratan pertama pasukan Jepang di Kapuas.
Budi berharap melalui karya film tersebut generasi muda dapat lebih mengenal sekaligus mendokumentasikan warisan budaya daerah. .“Melalui film yang dibuat, bukan hanya menjadi cerita, tetapi juga akan menjadi kenangan bagi generasi mendatang,” imbuhnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama merawat dan mengembangkan kebudayaan daerah sebagai bagian penting dari identitas dan kekayaan Kabupaten Kapuas. (*/dn)

