
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Densus 88 Antiteror Polri menggelar diskusi mengenai pencegahan penyebaran paham radikalisme, intoleransi, ekstremisme dan terorisme (IRET), serta paham kekerasan di tengah perkembangan ruang digital.
Kegiatan yang berlangsung di Balai PWI Kalteng, Jalan RTA Milono, Palangka Raya, Sabtu (3/10/2026), menghadirkan Katim Pencegahan Satgaswil Kalteng Densus 88 AT Polri, Iptu Ganjar Satriyono, S.Sos., M.A.P., sebagai pemateri.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pertemuan PWI Kalteng dengan Densus 88 pada 21 September 2026 terkait diskusi paham radikalisme dan kekerasan.
Dalam pemaparannya, Iptu Ganjar Satriyono menyampaikan berbagai strategi pencegahan penyebaran paham IRET serta fenomena nihilisme dan TCC yang saat ini berkembang melalui ruang digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media digital perlu menjadi perhatian bersama karena media sosial maupun game online dapat disalahgunakan sebagai sarana penyebaran ideologi dan narasi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian, khususnya karena generasi muda merupakan kelompok yang cukup aktif berinteraksi di ruang digital. Paparan informasi dan konten tertentu secara terus-menerus berpotensi memengaruhi pola pikir apabila tidak diimbangi dengan pemahaman dan literasi yang memadai.
Selain itu, Ganjar juga menyoroti penyebaran informasi yang tidak benar, narasi yang bersifat memengaruhi, hingga konten kekerasan yang dapat berkembang semakin ekstrem dan berpotensi mengarah pada tindakan kekerasan sadistik maupun terorisme.
Karena itu, pencegahan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, aparat, insan pers, keluarga dan masyarakat untuk membangun edukasi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyebaran paham kekerasan di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Ketua PWI Kalteng Muhamad Zainal menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada tim Densus 88 Antiteror yang telah hadir secara langsung memberikan pemahaman kepada insan pers.
Ia berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat peran wartawan dalam menyampaikan informasi yang baik, edukatif dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
“Sebagai insan pers, kita mampu terus membawa kontribusi informasi serta menjadi penyampai informasi yang baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Zainal menilai pemahaman mengenai radikalisme dan kekerasan menjadi penting bagi insan pers, mengingat wartawan memiliki peran dalam menyampaikan berbagai informasi kepada publik.
Melalui kegiatan tersebut, PWI Kalteng dan Densus 88 diharapkan dapat terus membangun kolaborasi dalam upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme dan kekerasan, termasuk melalui peningkatan literasi masyarakat dalam menghadapi perkembangan informasi di ruang digital.

