
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID – Olahraga masyarakat di Kabupaten Kapuas diminta tidak berhenti pada arena pertandingan. Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kapuas didorong menjadi gerakan yang tumbuh dari desa, kelurahan, hingga perkotaan.
Pesan itu mengemuka dalam pelantikan dan pengukuhan Pengurus KORMI Kabupaten Kapuas periode 2025–2029 di Aula Pemerintah Kabupaten Kapuas, Jumat, 21 Agustus 2026.
Wakil Bupati Kapuas Dodo, S.P., M.A., dipercaya memimpin organisasi tersebut. Pelantikan dihadiri Sekda Kapuas Dr. Usis I. Sangkai, Sekretaris Umum KORMI Kalteng, unsur Forkopimda Kapuas.
Ketua panitia Erpince S. Garang mengatakan pelantikan bukan sekadar pergantian kepengurusan. Sebanyak 267 orang terlibat dalam kegiatan itu, mulai dari unsur pemerintah, pengurus KORMI dan INORGA, hingga pegiat olahraga berprestasi.
Sementara itu, Dodo mengatakan kepemimpinan di KORMI merupakan amanah. Karena itu, pengurus diminta membangun kerja sama dengan INORGA dan para pegiat olahraga agar keberadaan organisasi tersebut benar-benar dirasakan masyarakat.
“KORMI harus hadir di tengah masyarakat,” tegas Dodo.
Lebih lanjut, ia meminta program olahraga masyarakat diperluas hingga kecamatan, desa, dan kelurahan. Olahraga tradisional juga perlu mendapat ruang lebih besar karena bukan hanya menyangkut kebugaran, tetapi berkaitan dengan identitas budaya daerah.
Dodo juga mengingatkan perbedaan peran KORMI dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). KONI berorientasi pada olahraga prestasi, sedangkan KORMI mendorong masyarakat gemar berolahraga, menjaga kebugaran, sekaligus melestarikan olahraga tradisional.
“KORMI dan KONI bukanlah dua organisasi yang harus dipertentangkan,” ujarnya.
Ia meminta pengelolaan program dan anggaran KORMI dilakukan secara tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Setiap kegiatan, menurut dia, harus memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat.
Bupati Kapuas HM Wiyatno turut menyatakan dukungan pemerintah daerah. Ia menilai KORMI bukan sekadar organisasi, melainkan wadah untuk menggerakkan masyarakat agar hidup sehat, bugar, dan gembira.
Wiyatno meminta seluruh INORGA memberi ruang kepada para pegiat olahraga, membina generasi muda, serta mengembangkan olahraga tradisional.
“Jangan takut bermimpi besar. Dari desa ke kabupaten, dari kabupaten ke provinsi, hingga membawa nama Kapuas ke tingkat nasional,” kata Wiyatno.
Ia berharap sinergi KORMI, pemerintah daerah, KONI, INORGA, dan komunitas olahraga semakin kuat.
Dengan kolaborasi itu, olahraga masyarakat di Kapuas diharapkan tidak hanya ramai ketika pertandingan digelar, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. (dn)

