
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Harga minyak goreng bersubsidi merek Minyakita yang saat ini dilaporkan telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) mendapat perhatian dari Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Muhajirin.
Politisi Fraksi Demokrat itu menilai kenaikan harga tersebut merupakan dampak dari situasi global yang turut memengaruhi kondisi perekonomian nasional hingga dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal itu disampaikannya di Ruang Komisi DPRD Kalteng, Senin (8/6/2026).
Menurut Muhajirin, masyarakat perlu menyikapi kondisi tersebut dengan bijak, salah satunya dengan mengurangi konsumsi makanan yang digoreng dan beralih ke pola makan yang lebih sehat.
“Misalnya lebih banyak mengonsumsi ikan rebus, sayuran, atau makanan yang minim penggunaan minyak goreng. Selain lebih sehat, pengeluaran rumah tangga juga bisa lebih hemat,” ujarnya.
Ia mencontohkan, apabila penggunaan minyak goreng dapat dikurangi, minyak yang biasanya habis dalam waktu satu minggu bisa digunakan hingga satu bulan.
Selain itu, Muhajirin juga mengajak masyarakat untuk mulai memanfaatkan lahan yang tersedia dengan bercocok tanam guna memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga.
“Mulailah bertani atau menanam kebutuhan pokok di sekitar rumah. Langkah sederhana ini bisa membantu mengurangi ketergantungan terhadap pasar sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu,” katanya.
Muhajirin berharap masyarakat dapat beradaptasi dengan berbagai tantangan ekonomi yang terjadi saat ini melalui pola konsumsi yang lebih sehat, hemat, dan produktif.

