
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menghadiri Dharma Shanti Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Integrasi Kaharingan-Hindu Provinsi Kalteng Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Wantilan Pura Pitamaha Padma Bhuana, Rabu (29/4/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan pentingnya menjaga kebersamaan, persatuan, serta semangat membangun daerah di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Tengah. Ia menegaskan bahwa momentum Dharma Shanti Nyepi dan peringatan integrasi Kaharingan-Hindu tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan dan budaya, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan di Bumi Tambun Bungai.
“Melalui momentum ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan bersama-sama membangun Kalimantan Tengah yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera,” ujar Gubernur.
Lebih lanjut, peringatan 46 tahun Integrasi Kaharingan-Hindu menjadi pengingat sejarah panjang persatuan serta pengakuan identitas spiritual lokal dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal ini selaras dengan tema yang diusung, yakni “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga”, yang dinilai sejalan dengan semangat Huma Betang yang dijunjung tinggi masyarakat Kalimantan Tengah.
“Satu Bumi mengingatkan kita bahwa kita berpijak di tanah yang sama dan memiliki tanggung jawab kolektif menjaga kelestarian alam. Satu Keluarga menegaskan bahwa perbedaan keyakinan bukan sekat, melainkan kekayaan,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, lanjutnya, terus berkomitmen mendukung pembangunan di bidang keagamaan. Gubernur berharap umat Hindu Kaharingan dapat terus menjadi pelopor dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta memperkuat persaudaraan.
“Teruslah berkontribusi positif bagi kemajuan ekonomi dan sosial di Kalimantan Tengah, serta jaga nilai-nilai luhur adat Dayak yang selaras dengan ajaran Hindu Kaharingan agar tidak tergerus zaman,” tandasnya.

