
MUARA TEWEH, KALTENGTERKINI.CO.ID – Bupati Barito Utara, H Shalahuddin menekankan tiga hal kepada perangkat daerah setempat saat memimpin rapat bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab Barito Utara di Aula Setda Lantai I, Senin (12/1/2026).
“Penyerapan anggaran, opini pengelolaan keuangan pemerintah daerah, dan MCSP (Monitoring Center for Prevention) harus menjadi perhatian serius seluruh perangkat daerah, karena sangat menentukan kinerja pemerintahan dan kepercayaan publik,” tegasnya.
Tiga hal tersebut menjadi penekanan Bupati karena sejumlah program sinfrasturktur strategis akan dilaksanakan pada tahun 2026. Salah satunya adalah rencana pembangunan Jembatan Hasan Basri II yang direncanakan melalui skema konsorsium.
Bupati menjelaskan bahwa umur teknis Jembatan Hasan Basri I diperkirakan tersisa sekitar 9 hingga 11 tahun. Oleh karenanya, persiapan pembangunan Jembatan Hasan Basri II harus dilakukan sejak dini dan tidak boleh mengganggu operasional jembatan yang ada.
“Desainnya tidak perlu mewah. Yang terpenting adalah fungsi dan daya dukungnya. Bentang tengah dapat dirancang hingga 150 sampai 200 meter, dengan ketinggian dan clearance yang memadai untuk mendukung aktivitas angkutan, termasuk angkutan batubara,” jelas Bupati.
Bupati juga meminta agar studi kelayakan (feasibility study/FS), engineering design, serta seluruh dokumen teknis segera diperbarui dan dikonsultasikan ke kementerian terkait. Menurutnya, waktu persiapan sekitar sembilan tahun harus dimanfaatkan secara optimal agar proses penggantian jembatan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu konektivitas wilayah.
Selain pembangunan jembatan, Bupati turut menekankan percepatan pembangunan Bendungan Joloi. Ia menyampaikan bahwa proyek tersebut telah memiliki FS dan DED serta telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Bendungan Joloi sangat penting sebagai upaya pengendalian banjir yang saat ini dapat terjadi hingga dua hingga tiga kali dalam setahun di wilayah Barito Utara. Kita harus aktif mendorong proyek Bendungan Joloi ke kementerian terkait, dengan Barito Utara sebagai pionir bersama Murung Raya dan daerah sekitarnya,” tutupnya.

