
KOTAWARINGIN TIMUR, KALTENGTERKINI.CO.ID – Dalam upaya keberlanjutan dan menjaga katahanan pangan, Dewan meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kotim untuk serius dan terus mengembakan sector ketahanan pangan khususnya pada sektor Pertanian, Perikanan dan Peternakan
“Kita meminta Pemkab untuk serius melaksanakan program ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal, tentunya dengan harapan kedepan nantinya bisa terwujud swasembada pangan sehingga kita tidak bergantung pasokan dari luar. Dan masyarakat dan petani pun menjadi sejahtera”, tegas Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Andi Lala, Senin (6/10/2025).
Menurutnya, pihak Dewan berharap agar program ini tidak hanya menjadi kebijakan di atas kertas tetapi benar-benar diimplementasikan secara nyata, baik program fisik maupun non-fisik, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Pemda jangan hanya fokus kepada pembangunan fisik saja, karena masalah pangan sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali untuk keberlanjutan hidup.
“Makanya kita minta Pemkab serius mengembakan tiga sector utama pangan, baik itu dengan memberikan penyuluhan, pemberian bibit, pupuk, saran dan prasarana pertanaian, perikanan dan peternakan. Bahkan sosialisasi untuk menumbuhkan minat masyarakat untuk bertani dan lain sebagainya”, ungkap politisi Partai Gerindra ini.
Disisi lain, kata Andi, pihaknya juga menekankan pentingnya alokasi anggaran yang memadai, minimal 20 persen Dana Desa diprioritaskan untuk ketahanan pangan sesuai regulasi terbaru.
Selain itu, DPRD meminta pemkab mendorong penyediaan pupuk bersubsidi, infrastruktur pertanian seperti jalan usaha tani dan irigasi, dan pemberdayaan petani agar ketahanan pangan di Kotim dapat meningkat secara signifikan mulai dari tahun anggaran 2025 hingga 2026 dan seterusnya.
Pemerintah pusat sudah membuat program untuk ketahanan pangan begitu pun daerah, tapi apakah itu bisa terlaksana bila kurang serius padahal masih banyak lahan lahan tidur yang bisa dimanfaatkan.
“Namun selama ini masyarakat terkendala tidak punya modal untuk membuka lahan, sehingga lahan tidak bisa dikelola dengan baik, nah hal-hal seperti ini harus menjadi perhatian Pemkab Kotim kedepannya”, tegas Andi lala.

