
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Distribusi pupuk bersubsidi yang tepat sasaran menjadi perhatian serius DPRD Kalimantan Tengah. Pengawasan menyeluruh dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan yang menghambat produktivitas petani.
Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik, menegaskan, pupuk bersubsidi memiliki peran vital bagi petani. Apalagi di tengah meningkatnya kebutuhan sarana produksi pertanian saat ini.
“Ketersediaan pupuk harus dipastikan aman, mudah diakses, dan diterima petani yang berhak sesuai aturan,” ujar Sutik, Minggu (26/7/2026).
Ia menilai pengawasan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Keterlibatan aparat penegak hukum, kelompok tani, hingga masyarakat desa diperlukan untuk menutup celah penyelewengan.
“Semua pihak harus saling mengawasi. Dengan begitu, saat petani butuh pupuk, barangnya tersedia dan tidak sulit diperoleh,” katanya.
Sutik mencontohkan kasus dugaan penyalahgunaan pupuk bersubsidi di Kotawaringin Timur. Menurutnya, pengawasan yang lemah bisa dimanfaatkan oknum untuk meraup keuntungan pribadi.
Modus yang kerap terjadi yakni pupuk dibeli dengan harga resmi lalu dijual kembali ke perusahaan atau pihak lain dengan harga jauh lebih tinggi.
Praktik itu merugikan petani kecil dan menghambat efektivitas program subsidi pemerintah.
“Syukurnya sudah ada pelaku yang diamankan. Ini menunjukkan peran masyarakat besar dalam mengungkap penyelewengan,” jelasnya.
Selain pengawasan, Sutik mendorong pemerintah daerah memperkuat sosialisasi kepada petani, kelompok tani, dan kios penyalur terkait mekanisme distribusi pupuk bersubsidi.
Edukasi berkelanjutan diyakini dapat memperkecil peluang penyimpangan.
Ia berharap sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat terus diperkuat. “Jika pengawasan optimal, saya yakin pupuk bersubsidi benar-benar dimanfaatkan petani yang berhak. Ini penting untuk menjaga produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.

