
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kapuas menyalurkan bantuan uang tunai kepada korban kebakaran dan angin puting beliung, Senin pagi, 4 Mei 2026. Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Kapuas H.M. Wiyatno di Kantor BPBD Kapuas, Jalan Kasturi, Desa Pulau Telo.
Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Daerah Usis I. Sangkai, Kepala Pelaksana BPBD Kapuas Pangeran S. Pandiangan, Kepala Dinas Kesehatan dr Agus Waluyo, serta lurah, kepala desa, dan warga penerima bantuan.
Wiyatno mengatakan bantuan diberikan sesuai tingkat kerusakan rumah, mulai dari rusak ringan hingga berat. “Mudah-mudahan bermanfaat dan dapat dipergunakan sebaik mungkin,” katanya.
Ia mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan memasuki musim kemarau, terutama terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah daerah, kata dia, berharap bencana serupa tidak terulang.
Dalam kesempatan itu, Wiyatno juga menyinggung tantangan geografis Kapuas. Ia mencontohkan kunjungannya ke Sei Pinang, Desa Jakatan Masaha, yang memerlukan waktu tempuh hingga 10–12 jam dengan melintasi kabupaten lain. “Ke depan, kami ingin akses itu bisa langsung,” ujarnya.
Pemerintah daerah menyiapkan anggaran sekitar Rp2,6 triliun, dengan hampir Rp1 triliun dialokasikan untuk pembangunan jalan strategis hingga 2028. Sejumlah ruas prioritas antara lain Kapuas–Batanjung, Kapuas–Mantangai, Mantangai–Timpah, hingga Sei Pinang. Pembangunan mencakup badan jalan, jembatan, dan perkerasan.
Wiyatno memastikan pembangunan dilakukan tanpa memotong tunjangan pegawai. Efisiensi diarahkan pada pengurangan perjalanan dinas dan belanja konsumtif. Ia juga meminta dukungan DPRD agar penganggaran tidak berbasis daerah pemilihan. “Kalau tidak dikerjakan sekaligus, 20 tahun lagi kita masih memutar ke kabupaten lain,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, menyebut bantuan diberikan kepada 31 warga dari Kecamatan Kapuas Kuala, Bataguh, Timpah, Selat, dan Basarang. Besarannya Rp30 juta untuk rusak berat, Rp10 juta rusak sedang, dan Rp5 juta rusak ringan. Bantuan juga mencakup kebutuhan pokok dan peralatan dapur.
Ia juga mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi kebakaran, baik di dalam rumah maupun di lahan. Warga diminta memeriksa kompor sebelum bepergian dan mengecek instalasi listrik secara berkala.
Memasuki Mei, ancaman karhutla dinilai meningkat seiring potensi musim kemarau kering akibat El Nino. “Masyarakat diminta berhati-hati saat membuka lahan dengan cara membakar,” tambahnya.
Pangeran juga menyarankan pembuatan sekat api di sekitar rumah yang berbatasan dengan hutan serta menampung air hujan sebagai cadangan. Meski demikian, ia erharap kondisi kemarau tidak berlangsung separah perkiraan. “Mudah-mudahan tidak sampai seperti prediksi,” pungkasnya. (*/dn)

