
MURUNG RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Keterbatasan tenaga kesehatan (nakes) di wilayah pedesaan Kabupaten Murung Raya dinilai masih menjadi hambatan utama bagi masyarakat desa untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan berkelanjutan.
Anggota DPRD Murung Raya, Johansyah menyoroti bahwa hingga kini masih terdapat desa-desa yang belum memiliki tenaga kesehatan yang bertugas secara tetap. Kondisi tersebut berdampak pada keterlambatan penanganan masalah kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu dan anak.
Menurut Johansyah, pembangunan sektor kesehatan seharusnya tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga memastikan ketersediaan sumber daya manusia kesehatan yang memadai di setiap wilayah.
“Tanpa tenaga kesehatan, fasilitas yang sudah dibangun tidak akan berfungsi optimal. Akhirnya masyarakat desa tetap kesulitan mengakses layanan kesehatan,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).
Ia menegaskan, pemerataan nakes merupakan bagian dari kewajiban pemerintah daerah dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan yang setara antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Selain pelayanan dasar, kekurangan nakes juga dinilai berpengaruh terhadap upaya penanganan persoalan kesehatan yang masih menjadi pekerjaan rumah daerah, seperti stunting dan pelayanan kesehatan preventif.
Johansyah berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menempatkan tenaga kesehatan secara merata hingga ke pelosok desa, sehingga pelayanan kesehatan dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat Murung Raya.

