
KASONGAN, KALTENGTERKINI.CO.ID – Momentum peringatan Hari Wayang Nasional ke-8 dimanfaatkan Bupati Katingan Saiful untuk mengajak kaum muda agar tidak menjauh dari warisan budaya leluhur. Pesan itu ia sampaikan pada Jumat (7/11/2026).
Saiful menilai arus teknologi dan gempuran budaya asing membuat anak muda saat ini rentan melupakan akar budayanya sendiri. Padahal, menurutnya, wayang merupakan salah satu identitas bangsa yang patut dibanggakan.
“Jangan sampai generasi muda kita hanya tahu budaya dari luar, tapi tidak mengenal budaya sendiri. Wayang adalah identitas kita, kekayaan Nusantara yang harus kita banggakan,” kata Saiful.
Bagi Saiful, wayang jauh lebih dari sekadar hiburan panggung. Di balik lakon dan tokoh-tokohnya, tersimpan filosofi hidup, nilai pendidikan, hingga kearifan lokal yang relevan lintas generasi.
Ia mencontohkan, cerita dalam wayang sarat pesan moral tentang kejujuran, keberanian, kesabaran, dan kebijaksanaan. Semua nilai itu, kata dia, layak diwariskan kepada anak cucu.
“Wayang itu bukan hanya tontonan. Di dalamnya ada tuntunan. Ada nilai kejujuran, keberanian, kesabaran, dan kebijaksanaan yang bisa kita pelajari dan kita wariskan kepada anak-anak kita,” tuturnya.
Saiful menegaskan, pelestarian wayang tidak boleh berhenti hanya pada seremoni tahunan. Peringatan ini harus menjadi pengingat agar seni tradisi tidak hilang ditelan zaman, termasuk di Katingan.
Untuk itu, ia mengajak semua pihak, mulai dari masyarakat, seniman, hingga pelaku budaya, untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan wayang.
“Mari kita lestarikan wayang, jaga budaya bangsa. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” serunya.
Pemkab Katingan sendiri lanjut Saiful, siap memberi dukungan nyata dengan membuka ruang bagi seniman dan pelaku budaya lokal agar terus berkarya dan tampil di tengah masyarakat.
Di akhir pesannya, Saiful mengucapkan selamat Hari Wayang Nasional ke-8 dengan semangat terus melestarikan wayang dan merawat budaya bangsa. (*/Red)

