
MUARA TEWEH, KALTENGTERKINI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Barito Utara memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daerah setempat.
Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin menyatakan, perlu diantisipasi menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027.
“Kita harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Jangan sampai ketika api sudah membesar baru kita bergerak. Pencegahan, deteksi dini dan respons cepat harus menjadi perhatian bersama,” tegas Bupati dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla yang digelar Pemerintah Kabupaten Barito Utara di Aula Setda Lantai I, Kamis (17/9/2026) siang.
Sementara itu, Dinas Kesehatan melaporkan kualitas udara saat ini telah masuk kategori berbahaya. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena paparan asap Karhutla dapat memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat.
“Kesehatan masyarakat harus kita utamakan. Pemantauan kualitas udara harus dilakukan dan masyarakat harus mendapatkan informasi yang jelas apabila kondisi udara membahayakan,” ujar Shalahuddin.
Ia juga meminta koordinasi antarinstansi terus diperkuat selama masa rawan Karhutla sehingga setiap perkembangan di lapangan dapat segera direspons. Status penanganan Karhutla diperkirakan meningkat dari siaga menjadi tanggap darurat mulai 18 September hingga 2 Oktober 2026, seiring perkembangan kondisi di wilayah Barito Utara.

