
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalimantan Tengah mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya bahasa isyarat sebagai sarana komunikasi yang inklusif bagi penyandang disabilitas, khususnya teman-teman Tuli.
Hal tersebut menjadi salah satu pesan dalam kegiatan peringatan Hari Bahasa Isyarat yang diselenggarakan di Galeri Taman Budaya Kalimantan Tengah, Minggu (11/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Plt. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Yosias, hadir mewakili Kepala Disbudpar Kalteng, Adi Soeseno.
Peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya bahasa isyarat dalam mendukung komunikasi yang setara. Bahasa isyarat tidak hanya menjadi sarana komunikasi bagi teman-teman Tuli, tetapi juga bagian penting dalam mewujudkan lingkungan sosial dan budaya yang terbuka bagi semua kalangan.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tumbuh kepedulian dan dukungan masyarakat terhadap kesetaraan akses komunikasi, sehingga penyandang disabilitas dapat berpartisipasi secara aktif dalam berbagai kegiatan sosial maupun kebudayaan.
Upaya membangun lingkungan yang inklusif membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk menghargai keberagaman dan memastikan setiap orang memperoleh kesempatan yang sama dalam berkomunikasi serta berpartisipasi di ruang publik.
Disbudpar Provinsi Kalimantan Tengah berharap semangat peringatan Hari Bahasa Isyarat dapat terus mendorong terwujudnya Kalimantan Tengah yang inklusif, setara, dan menghargai keberagaman.

