
PALANGKA RAYA, KALTENGTERKINI.CO.ID – Tim peneliti FKIP Universitas Palangka Raya (UPR) merumuskan strategi optimalisasi layanan perpustakaan daerah melalui kajian di Perpustakaan Bajenta, Kelurahan Pager, Kecamatan Rakumpit. Kajian bertujuan memperkuat fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar masyarakat sekaligus meningkatkan minat baca.
Ketua tim Dr. Kusnida Indrajaya, M.Si mengatakan penelitian itu berangkat dari kebutuhan menghadirkan perpustakaan tidak hanya sebagai tempat simpan buku, tapi pusat pembelajaran yang relevan.
“Perpustakaan harus dikelola secara berkelanjutan agar mampu menghadirkan layanan yang mudah diakses, menarik, dan memberi manfaat,” ujar Kusnida, Rabu (30/9/2026).
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, untuk mengidentifikasi kondisi layanan, faktor pendukung-penghambat, dan strategi bertahap sesuai karakter warga Pager.
Hasilnya, Perpustakaan Bajenta dinilai punya potensi besar terutama bagi pelajar dan remaja. Data sebelumnya mencatat 409 kunjungan dalam sekitar satu bulan, menunjukkan layanan mampu menarik perhatian bila dikelola baik dan disertai literasi berkelanjutan.
Namun tingginya kunjungan sesaat belum menjadi indikator kebiasaan membaca jangka panjang. Konsistensi jam layanan, kesinambungan program, dan pemantauan kunjungan ulang perlu diperkuat.
Penelitian mengidentifikasi faktor pendukung seperti potensi pengguna, pengalaman pengelolaan, administrasi dasar, dan dukungan lingkungan pendidikan. Tantangan masih pada keterbatasan SDM, pengelolaan koleksi, keberlanjutan program, dan pendampingan membaca.
Tim merumuskan enam komponen strategi: pemetaan kebutuhan, penguatan input, pelaksanaan layanan, kemitraan dan promosi, monitoring evaluasi, hingga perbaikan berkelanjutan. Data sederhana seperti kunjungan, peminjaman, keanggotaan, dan masukan pengguna menjadi dasar evaluasi.
Rekomendasi dilakukan bertahap, mulai penataan jadwal operasional, pembaruan inventaris, pencatatan layanan, pembagian tugas, hingga penguatan literasi dan kemitraan dengan sekolah, kelurahan, tokoh masyarakat, dan komunitas.
Tim UPR menegaskan perpustakaan kelurahan perlu dipandang sebagai ekosistem pembelajaran untuk memperkuat budaya literasi, dan hasil kajian diharapkan jadi referensi pengelola Bajenta dan pemangku kepentingan.

