
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Kapuas membuka Ritual Adat Balian dan Mamapas Lewu 2026 di Balai Basarah Agama Hindu Kaharingan, Selasa pagi, 31 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian peringatan Hari Jadi ke-220 Kota Kuala Kapuas dan HUT ke-75 Pemerintah Kabupaten Kapuas.
Acara dihadiri Bupati Kapuas, HM Wiyatno, Wakil Bupati Kapuas Dodo, Sekretaris Daerah Usis I. Sangkai, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perempuan, kepala perangkat daerah, tokoh adat, dan masyarakat.
Dalam sambutan Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno yang dibacakan Dodo, pemerintah daerah menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan ritual adat yang rutin digelar setiap tahun sebagai upaya pelestarian budaya lokal.
“Pemerintah Kabupaten Kapuas sangat mendukung pelaksanaan ritual adat ini sebagai bagian dari menjaga nilai-nilai budaya daerah,” ujar Dodo.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan visi Kapuas BERSINAR, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, infrastruktur, dan inovasi.
Pemerintah berharap tradisi ini terus dilestarikan tanpa meninggalkan nilai-nilai asli yang terkandung di dalamnya.
Menurutnya, ritual adat juga diharapkan menjadi sarana memperkenalkan budaya kepada generasi muda sekaligus potensi pengembangan pariwisata daerah.
“Mari bersama melestarikan adat budaya sebagai jati diri dan wujud kecintaan terhadap kearifan lokal,” ujarnya.
Ritual Balian dan Mamapas Lewu merupakan tradisi yang memiliki makna spiritual dan budaya bagi masyarakat setempat. Tradisi ini dinilai sebagai bagian dari kekayaan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Sebelum menghadiri kegiatan, Bupati meninjau rencana pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Selat Tengah. Peninjauan itu menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
Pemerintah Kabupaten Kapuas berharap pelestarian adat dapat berjalan seiring dengan pembangunan daerah, sekaligus memperkuat identitas dan daya tarik wilayah tersebut. (*/dn)

