
KUALA KAPUAS, KALTENGTERKINI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Aula Tinggang Menteng, Selasa (31/3/2026).
Bupati Kapuas H.M. Wiyatno menyebut forum ini sebagai momentum menyelaraskan arah pembangunan daerah, terutama percepatan infrastruktur yang belum tertangani.
Menurutnya, Sejumlah proyek infrastruktur yang belum tersentuh akibat keterbatasan anggaran dan waktu ditargetkan dapat diselesaikan pada 2026. Salah satunya pembangunan jalan di Tamban Timur.
Ia juga menyoroti progres pembukaan akses menuju Batanjung. Dari total panjang 54 kilometer, sekitar 25 kilometer telah rampung. Sisa 29 kilometer ditargetkan selesai tahun ini.
“Sehingga pada 2027, kita harapkan sudah bisa masuk tahap pembangunan box culvert dan jembatan menuju Pelabuhan Batanjung,” ujarnya.
Wiyatno menargetkan pada 2028 mulai dilakukan perkerasan jalan. Minimal pada periode 2028–2029, akses tersebut sudah dapat difungsikan meski belum beraspal.
Selain itu, pada 2025 pemerintah daerah telah melakukan peningkatan badan jalan dari Batuah, Panamas, Budi Mupakat hingga Terusan.
Sejumlah jembatan dan box culvert juga telah dibangun. Tahun ini, pembangunan jembatan di Handel Bapalas dengan anggaran hampir Rp15 miliar masih dalam proses lelang.
Ia menambahkan, pembukaan dan peningkatan jalan juga dilakukan di sejumlah wilayah lain, seperti ruas Sei Jangkit menuju Kolam Kiri sepanjang 8 kilometer, serta Kupang Jangkit menuju Bandaraya yang ditargetkan berfungsi baik pada 2026.
Di kawasan Selat Hulu, pemerintah telah membuka badan jalan baru sepanjang hampir 5 kilometer pada 2025. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pengembangan kota baru, didukung jaringan air bersih oleh PDAM dan listrik oleh PLN.
Untuk 2026, pemerintah juga merencanakan pembangunan jalan sepanjang 15 kilometer di Selat Utara menuju Palingkau. “Ini penting untuk mendukung pemekaran kota, agar kepadatan di Jalan Mahakam dan Barito bisa terbagi,” katanya.
Di sektor pelayanan air bersih, kinerja PDAM disebut terus membaik. Setelah mengalami kerugian hingga Rp25 miliar pada 2021–2022, kerugian menurun secara bertahap hingga akhirnya mencatatkan keuntungan lebih dari Rp1 miliar pada 2025.
Pemerintah menargetkan laba PDAM mencapai Rp5 miliar pada 2026. Sisa utang PDAM yang sebelumnya mencapai Rp21 miliar kini tersisa sekitar Rp16 miliar dan ditargetkan lunas dalam beberapa tahun ke depan.
“Yang penting PDAM menjadi badan usaha yang sehat, pelayanan baik, kualitas air baik, dan keluhan masyarakat bisa diminimalkan,” ujar Wiyatno.
Di bidang penataan kota, pemerintah terus melakukan pelebaran jalan, pemasangan lampu, serta pengembangan kawasan perkotaan.
Sejumlah proyek yang direncanakan pada 2026 antara lain pelebaran Jalan Sulawesi, peningkatan ruas jalan dari Batalion hingga gerbang kota, serta pembangunan fasilitas olahraga dan kegiatan pramuka bekerja sama dengan Kodim.
Pemerintah juga tengah membangun kawasan waterfront city dengan anggaran Rp85 miliar yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.
Selain itu, penataan taman kota, pelebaran jalan alternatif, hingga peningkatan akses di sejumlah ruas seperti, Jalan Kasturi turut menjadi prioritas.
Ke depan, pada 2027 pemerintah merencanakan pelebaran Jalan Mahakam dan Barito. Kendala utama berupa posisi tiang listrik dan telekomunikasi yang terlalu dekat dengan badan jalan saat ini tengah dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Wiyatno berharap seluruh program penataan kota dapat tuntas pada 2028.
“Orientasi kita membangun untuk 15 sampai 20 tahun ke depan. Kita ingin Kapuas tertata dengan baik dan mampu mendukung pertumbuhan wilayah,” tutupnya. (*/dn)

